STP Mataram Lakukan Pendampingan Desa Wisata Sembalun

Tim program pendampingan desa wisata dari STP Mataram berfoto bersama dengan peserta pendampingan pada pelatihan manajemen kuliner dan tata hidang. STP Mataram melakukan program pendampingan desa wisata di Sembalun, Lombok Timur.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram melasanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa program pendampingan desa wisata di Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Program pendampingan desa wisata ini terlaksana atas kerja sama dengan Kemenparekraf RI dan Kemendes PDTT RI.

Ketua Tim Pendampingan dari STP Mataram, Sri Susanty, M.Par., menjelaskan, program pendampingan desa wisata ini merupakan kerja sama dengan Kemenparekraf dan Kemendes PDTT, ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU pada bulan Februari lalu. Program ini merupakan usaha Pemerintah Republik Indonesia agar masing-masing perguruan tinggi memiliki satu desa wisata sebagai desa binaannya.

Iklan

“Beberapa perguruan tinggi yang memenuhi kriteria itu diajak kerja sama oleh Kemenparekraf, STP Mataram termasuk dari enam perguruan tinggi terpilih di NTB untuk menjalin kerja sama. Sudah dilakukan penandatanganan MoU dengan Kemenparekraf oleh Ketua STP Mataram,” ujarnya.

Tim pendampingan dari STP Mataram terdiri dari tujuh orang. Program pendampingan ini diawali dengan program training of trainer yang diikuti tim dari STP Mataram. Kemudian dilakukan sosialisasi atau bimbingan teknis yang didanai oleh Kemenparekraf pada 21 Agustus lalu. Bimbingan teknis itu diikuti oleh pokdarwis yanga ada di Sembalun. Sri Susanty menyampaikan, pihaknya melakukan pendampingan di enam pokdarwis di desa-desa di Kecamatan Sembalun.

Bimbingan teknis itu untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada masyarakat desa wisata tentang dasar-dasar pariwisata yang terdiri dari materi Sadar Wisata, Clean, Healty, Safety, and Environment (CSHE), Exploring, Packaging and Presentation.

Pada Sabtu, 19 September 2020, STP Mataram memberikan pendampingan berupa sosialisasi mengenai kuliner dan tata hidang. Di akhir bulan nanti, Sri Susanty mengatakan, pihaknya akan melaksanakan pemantauan, dan pencanangan di pokdarwis yang ada di enam desa di Sembalun. Program pendampingan ini dilaksanakan sampai bulan Oktober mendatang. “Kami juga berusaha untuk memfasilitasi dan mendorong masyarakat itu mengembangkan destinasi wisata yang berkelanjutan di Sembalun,” katanya.

Berbagai masalah yang dihadapi di desa wisata akan dicarikan solusinya melalui program pendampingan ini. Ia menjelaskan, luaran dari kegiatan ini yaitu adanya perubahan dari desa wisata. Misalnya, kalau desa tersebut merupakan desa wisata rintisan maka akan naik menjadi desa wisata berkembang. Sedangkan desa wisata berkembang bisa menjadi desa wisata maju, dan desa wisata maju, bisa menjadi desa wisata mandiri.

Ia menekankan, STP Mataram memiliki komitmen untuk melaksanakan tri dharma perguruan tinggi. Untuk pendidikan sudah dilaksanakan di kampus. Sementara pengabdian dan penelitian dilaksanakan di masyarakat, salah satunya melalui program pendampingan desa wisata di Sembalun ini.

“Juga untuk eksistensi STP Mataram di desa wisata yang memang membutuhkan bantuan dan komitmen kita untuk peningkatan sumber daya manusia di destinasi wisata,” ujarnya. (ron)