STP Mataram Kerja Sama dengan Lombok Utara untuk Pengembangan Pariwisata

Ketua STP Mataram, Dr. Halus Mandala, M.Hum., dan Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH., menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) terkait pengembangan pariwisata, pada Senin, 9 Maret 2020 di Mataram. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram menjalin kerja sama dengan Kabupaten Lombok Utara (KLU) untuk pengembangan pariwisata. Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Ketua STP Mataram, Dr. Halus Mandala, M.Hum., dan Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH., pada Senin, 9 Maret 2020 di Mataram.

Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) STP Mataram, Lia Rosida, M.dev.St., menyampaikan, MoU itu bertujuan untuk membantu pemerintah Lombok Utara dalam pengembangan pariwisata khususnya desa wisata yang ada di sana melalui tri dharma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, pengabdian, dan penelitian. Penandatanganan MoU ini difasilitasi oleh Kompak.

Iklan

Selain itu, Lia menjelaskan, untuk menindaklanjuti MoU itu akan dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara STP Mataram yang diwakili Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) dan pemerintah Lombok Utara melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lombok Utara.

Nantinya, akan ada pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik, di mana sekitar 90 orang mahasiswa akan dikirim ke Lombok Utara dan menyebar di enam desa wisata yang sudah ditentukan yaitu Desa Gegelang, Senaru, Karang Bajo, Bayan, Malaka, dan Medana. “Rencana April ini akan disebar mahasiswa di enam desa wisata,” kata Lia.

Dengan adanya KKN itu diharapkan adanya perubahan di desa wisata berupa pengembangan desa wisata, luarannya diharapkan ada model yang cocok untuk pengembangan desa wisata di Lombok Utara, dan bisa direplikasi untuk desa wisata di tempat lainnya di Indonesia.

Ketua STP Mataram, Dr. Halus Mandala, M.Hum., menambahkan, kerja sama dengan Lombok Utara sudah sering dilakukan, tapi penandatangana kerja sama baru dilakukan. Menurutnya, STP Mataram sering memberikan materi pengembangan pariwisata di Lombok Utara, dan juga di kabupaten lainnya. Ia menekankan, pariwisata berkelanjutan yang perlu menjadi perhatian dalam pengembangan pariwisata.

“Yang paling penting disampaikan untuk kegiatan itu yaitu suistainable tourism atau pariwisata berkelanjuta. Saat ini masih berorientasi hari ini saja. Mengubah perilaku seperti itu diperlukan tindakan yang sifatnya penguatan terhadap sumber daya manusia, kami di STP Mataram memiliki kompetensi untuk itu,” kata Halus.

Dengan adanya MoU dan nantinya perjanjian kerja sama, Halus menginginkan setiap kegiatan memiliki dasar hukum. Dengan begitu tidak menyalahi dasar hukum. Ia menyampaikan, selain penguatan sumber daya manusia, kerja sama dengan Lombok Utara untuk penanganan enam desa wisata yang ingin dikembangkan bekerja sama dengan Kompak. “Di mana enam desa itu diharapkan menjadi model pengembangan desa wisata di daerah lainnya, model inilah yang ingin kita upayakan melalui KKN,” ujarnya.

KKN mahasiswa STP Mataram nantinya difokuskan selama 45 hari di desa. Halus menginginkan mahasiswa fokus memberikan pendampingan kepada masyarakat atau pelaku wisata di desa. KKN itu bisa menjadi pembelajaran kepada mahasiswa agar mereka tidak hanya mendapatkan ilmu di kampus, tapi sesuai kebutuhan masyarakat.

“Keduanya mendapatkan manfaat, baik pihak pemerintah daerah, dalam hal ini pemerintah desa, mahasiswa juga dapat pengetahuan dan pengalaman yang bisa diaplikasikan sesudah tamat kuliah,” pungkas Halus. (ron/*)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional