STP Mataram Dikunjungi Melbourne Polytechnic

Rombongan Melbourne Polytechnic saat melihat cara memasak makanan khas Lombok yang dilakukan oleh tim STP Mataram, pada Rabu (25/9). (Suara NTB/ron)

Mataram (Suara NTB) – Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram mendapatkan kunjungan dari dosen dan mahasiswa Melbourne Polytechnic, Rabu, 25 September 2019. Mereka melakukan tur kampus di STP Mataram dan mengikuti kelas memasak atau cooking class bersama dosen STP Mataram.

Ketua STP Mataram, Dr. Halus Mandala, M.Hum., menyambut hangat kunjungan rombongan Melbourne Polytechnic yang dipimpin oleh Mr. Yuan Taylor dan Mrs. Paulina Taylor. Sebanyak 10 orang yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Melbourne Polytechnic datang ke STP Mataram. “Tujuan mereka kunjungan kampus, sekaligus ada cooking class,” katanya.

Iklan

Dalam sambutannya Halus menyampaikan terima kasih sudah memilih STP Mataram sebagai mitra dalam kelas memasak ini. Ia berharap, mahasiswa Melbourne Polytechnic dan mahasiswa STP Mataram dapat memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru melalui kegiatan ini.

“Mereka ingin belajar masakan Indonesia, khususnya Lombok. mereka akan ikut memasak, sekaligus nanti untuk menikmati makanan khas Lombok, kita perlu perkenalkan juga masakan Indonesia, khususnya Lombok, dengan demikian komplit, selain melihat fenomena alamnya, masyarakatnya, budayanya, termasuk kulinernya,” jelas Halus.

Rombongan Melbourne Polytechnic diajak untuk melihat fasilitas di STP Mataram seperti berkeliling melihat Hotel Lombok Vaganza. Kemudian dilanjutkan dengan cooking class, di mana mereka diperlihatkan cara memasak pelecing kangkung, ayam taliwang, dan beberuk.

Halus mengharapkan bisa terjalin kerja sama terutama berkaitan dengan kolaborasi pendidikan vokasional. Dengan begitu, mahasiswa STP Mataram bisa belajar masakan dari Melbourne Polytechnic, begitu juga mahasiswa Melbourne Polytechnic belajar masakan dari STP Mataram.

“Harapan ke depan, kami bisa bekerjasama dalam hal kolaborasi vokasional, supaya anak-anak kami bisa belajar masakan di sana, mereka belajar masakan kita di sini. Dengan demikian kita bisa terjalin hubungan yang harmonis, tentu itu tujuan pariwista, bagaimana mendekatkan kita semua. Ketika kita dekat, kenal, untuk selanjutnya kedamaian,” pungkasnya. (ron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here