STP Mataram Berperan Mengedukasi dalam Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat

Ketua STP Mataram, Halus Mandala (dua dari kiri) bersama narasumber lainnya saat  Dialog Luar Studio LPP RRI Mataram bekerja sama dengan STP Mataram, pada Rabu, 19 Februari 2020 di Aula STP Mataram.

Mataram (Suara NTB) – Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram berperan mengedukasi masyarakat dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Hal itu jadi salah satu yang mengemuka pada Dialog Luar Studio LPP RRI Mataram bekerja sama dengan STP Mataram, pada Rabu, 19 Februari 2020 di Aula STP Mataram. Kegiatan itu dihadiri unsur dosen, mahasiswa, pelaku desa wisata, dan tamu undangan lainnya.

Hadir sebagai narasumber Ketua STP Mataram, Dr. Halus Mandala, M.Hum., Dosen STP Mataram, Murianto, dan Ketua Desa Wisata Hijau Bilebante, Pahrul Azim. Dialog itu disiarkan langsung oleh LPP RRI Mataram.

Iklan

Ketua STP Mataram, Halus Mandala mengatakan, di STP Mataram memiliki mata kuliah khusus desa wisata di program studi S1 Pariwisata. Melalui mata kuliah itu diupayakan penguatan pemberdayaan masyarakat. “Tugas STP Mataram dan kita bersama-sama mengedukasi masyarakat, karena tidak semua paham tenteng desa wisata. Oleh karena itu kami mempunyai tugas, mempunyai kewajiban mengedukasi,” katanya.

Di samping itu, STP Mataram juga melakukan pendampingan. Pendampingan menjadi penting dalam perkembangan desa wisata. Menurut Halus, ada tiga klasifikasi desa wisata yaitu desa wisata embrio, desa wisata berkembang, dan desa wisata maju. “Tugas kita adalah mendampingi dari embrio kita upayakan mempercepat jadi berkembang, dari berkembang berusaha menjadi maju. Kami berupaya memberikan pendampingan,” katanya.

Halus Mandala juga menekankan, pihaknya memberi peluang sebesar-besarnya kepada dosen dan mahasiswa untuk ke masyarakat melakukan penelitian dan pengabdian. Hasil penelitian dituangkan dalam bentuk pembelajaran, yang nantinya akan kembali ditampilkan ke masyarakat sebagai solusi dari berbagai permasalahan di masyarakat. Untuk memperkuat kemampuan mahasiswa, pihaknya mengundang para ahli untuk berbagi pengetahuan kepada mahasiswa atau dosen.

Narasumber lainnya, Dosen STP Mataram, Murianto, mengatakan, pariwisata berbasis masyarakat memiliki filosofi sangat dalam, di mana pariwisata itu datang dari masyarakat, dikelola oleh masyarakat, dan yang mendapatkan hasil adalah masyarakat. Pada akhirnya nanti, kesejahteraan pariwisata dirasakan oleh masyarakat sendiri.

“Peran aktif masyarakat harus didukung oleh pemerintah. Sebagaimana diketahui Pemerintah Provinsi NTB mendukung adanya desa wisata di NTB. Peluang inilah yang harus diambil untuk mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat,” katanya.

Murianto menambahkan, pengembangan sumber daya manusia dibutuhkan, termasuk keamanan dijaga. Semua pihak terkait harus terlibat dan masyarakat di desa wisata harus berperan aktif mencari informasi tentang wisata.

Sementara itu, Ketua Desa Wisata Hijau Bilebante, Pahrul Azim mengingatkan, jika meluncurkan desa wisata relatif mudah, tapi mempertahankannya itu yang sulit. Dibutuhkan peran serta seluruh masyarakat di desa untuk bisa mengembangan pariwisata berbasis masyarakat seperti desa wisata.

Dialog itu disertai dengan diskusi dan tanya jawab dengan para peserta. Serta ditutup dengan penandatanganan kerja sama antara STP Mataran dan LPP RRI Mataram dalam hal penyiaran. (ron/*)