Stok Vaksin di Mataram Menipis

Lalu Martawang. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Satgas Covid-19 Kota Mataram menyayangkan menipisnya stok vaksin bagi masyarakat. Pasalnya, sampai saat ini Kota Mataram masih menjadi wilayah yang wajib memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level empat.

Plt. Direktur RSUD Kota Mataram, Lalu Martawang menyebut keterbatasan pengiriman stok vaksin dari pemerintah pusat dan Pemprov NTB memang menjadi kendala utama pelayanan vaksinasi Covid-19 saat ini. “Ini jadi ranahnya pemerintah provinsi dan pemerintah pusat memastikan kebijakan yang diarahkan Pak Menko pada saat webinar terpenuhi, yaitu supaya daerah level empat diprioritaskan mendapat jumlah vaksin yang memadai atau lebih banyak dari daerah lainnya,” ujarnya, Rabu, 28 Juli 2021.

Iklan

Menurut Asisten I Setda Kota Mataram tersebut, saat ini seluruh fasilitas kesehatan (faskes) di Kota Mataram telah didorong untuk melakukan percepatan vaksinasi pada masyarakat. Antara lain dengan memaksimalkan stok vaksin yang telah diterima agar segera diberikan kepada masyarakat yang mengajukan vaksinasi.

“Seluruh potensi yang kita punya itu kita maksimalkan untuk melakukan vaksinasi, baik di RSUD maupun seluruh Puskesmas di Kota Mataram. Sumberdaya yang kita punya juga sudah kita minta supaya ditambah, khususnya tenaga untuk dilatih menjadi vaksinator,” ujarnya.

Dengan begitu, herd immunity atau kekebalan kelompok diharapkan dapat segera tercipta. Di mana untuk mencapai tingkat tersebut secara umum Pemkot Mataram harus melakukan vaksinasi pada 70 persen masyarakat dari total keseluruhan penduduk.

Sampai dengan 27 Juli 2021, Satgas Covid-19 Provinsi NTB mencatat capaian vaksinasi dosis pertama di Kota Mataram baru mencapai 51,08 persen atau sekitar 161.194 orang. Meskipun capaian tersebut merupakan yang tertinggi di NTB, diakui belum cukup untuk mengejar target herd immunity.

“Karena itu kita menunggu kebijakan (prioritas pengiriman stok vaksin bagi wilayah penyebaran Covid-19 level empat) itu terealisasi. Percepatan ini kita butuhkan untuk mencapai herd immunity,” ujar Martawang.

Di sisi lain, pelayanan vaksinasi di faskes di Kota Mataram saat ini mengalami keterbatasan karena menipisnya stok vaksin. Dicontohkan seperti di RSUD Kota Mataram, di mana vaksinasi kembali diprioritaskan bagi lansia.

“Pendaftarannya tetap lewat online untuk menghindari kerumunan. Sehingga berapa stok harian (vaksin) yang tersedia, itu yang kita hubungi untuk datang ke RSUD. Kalau di antara pendaftar itu ada yang lansia, itu yang kita prioritaskan,” tandasnya. (bay)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional