Stok Pangan di NTB Aman untuk Dua Bulan

Ilustrasi stok pangan NTB. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Ketersediaan bahan pangan di NTB diproyeksikan aman hingga dua bulan ke depan. Berdasarkan catatan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) NTB beberapa kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak, daging ayam, daging sapi, telur, bawang merah, bawang putih, dan lain-lain saat ini masih memiliki stok yang cukup.

‘’Ketersedian kita untuk 11 bahan pokok pangan strategis di NTB saya lihat dua bulan kedepan aman. Kita akan terus pantau,’’ ujar Kepala DKP NTB, Drs.H.Fathul Gani, Jumat, 31 Juli 2020. Pihaknya akan mengkoordinasikan ketersediaan pangan tersebut dengan stakeholder seperti Dinas Pertanian dan Perkebunan dan Dinas Peternakan terkait jumlah stok.

Iklan

Diterangkan, hal tersebut diperlukan untuk mengantisipasi dampak pandemi virus Corona (Covid-19) yang masih berlangsung.  ‘’Itu ketersediannya akan kami perbarui dan monitor terus. Sehingga kondisi ketahanan pangan NTB benar-benar bisa stabil dan tentu ini harapan semua pihak,’’ ujar Fathul.

Dari 11 komoditi pangan di NTB, beras disebutnya memiliki ketersediaan paling stabil hingga terserap di Bulog sebagai cadangan. Bahkan ketersediaan beras di NTB disebut masih dapat menanggulangi kebutuhan-kebutuhan mendadak. Salah satunya seperti yang disebabkan pandemi Covid-19.

‘’Kita sudah siapkan stok sekitar 90 ton beras untuk di lapangan. Untuk kebutuhan masyarakat yang kekurangan persedian pangan di daerah-derah yang kelompok masyarkatnya rentan rawang pangan,’’ jelasnya. Dengan demikian, NTB diproyeksikan dapat mengantisipasi terjadinya rawan pangan.

Diterangkan, 11 komoditas pangan yang ada juga disiapkan untuk penyaluran bantuan langsung. ‘’Jadi begitu ada kekurangan beras di suatu tempat, langsung kita bantu untuk mengatasinya,’’ ujar Fathul. Kendati demikian, menurutnya tidak semua komoditas pangan dapat disediakan dalam jumlah banyak.

Dicontohkan seperti gula dan minyak yang merupakan barang-barang produksi pabrik. Sehingga ketersediannya mengikuti proses pemasokan tertentu. ‘’Kemungkinan setelah dua bulan ada beberapa komoditi tidak tersedia banyak. Tapi kalau untuk komoditi pertanian dan peternakan masih cukup dan aman,’’ jelasnya.

  Baru 198 Rumah Tahan Gempa Terbangun

Di sisi lain, kekeringan yang terjadi di beberapa daerah juga menjadi atensi pihaknya. Terutama terkait dampak kekeringan terhadap ketersediaan komoditas pertanian selain beras yang saat ini masih memiliki stok aman.

‘’Update terakhir Dinas Pertanian, siklus ini agak sedikit boleh kita katakan kurang, tapi masih ada hujan. Juga masih ada petani-petani kita menanam padi. mudah-mudahan itu bisa menambah kuota cadangan beras NTB,’’ tandas Fathul. (bay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here