Stok Oksigen di Lobar Hanya untuk Tiga Hari

Aparat mengecek ketersediaan oksigen di RSUD Tripat. Ketersediaan oksigen di Lobar hanya untuk 3 hari. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Stok oksigen di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) masih aman untuk pemakaian tiga hari ke depan. Pasalnya di RSUD Tripat saja, terdapat stok oksigen sebanyak 3,176 ton. Ditambah puluhan oksigen yang tersedia dalam tabung. Sehingga dengan ketersediaan oksigen ini, tidak sampai mengganggu operasional rumah sakit, terutama pada penanganan tindakan operasi pasien.

Namun demikian, pihak Pemda tetap waspada dengan kondisi stok oksigen, menyusul di sejumlah daerah mulai kesulitan oksigen. Kabid P3KL pada Dinas Kesehatan Lobar dr. H. Ahmad Taufiq Fathoni mengatakan stok oksigen, baik di dua rumah sakit dan puskesmas di Lobar masih aman. Terkait informasi pelayanan RSUD yang dikhawatirkan tidak mampu melayani operasi pasien akibat oksigen menipis dibantah oleh Fathoni. “Ndak ada info seperti itu,” kilahnya, Rabu, 4 Agustus 2021.

Iklan

Disebutkan, berdasarkan laoran ketersediaan oksigen di RSUD Patut Patuh Patju, pada Rabu, 4 Agustus 2021. Terdapat pemakaian oksigen cair sebanyak 1,058 ton, tabung kecil 15, tabung besar 12. Oksigen yang masih tersedia, oksigen cair sebanyak 3,176 ton, tabung kecil 12 dan tabung besar 34. “Estimasi ketersediaan untuk 3 hari,”sebutnya.

Meski pada posisi masih aman, pihaknya tetap memantau ketersediaan oksigen ini. Di mana hampir setiap hari dilakukan droping baik oleh provinsi maupun penyuplai.

Sementara itu, Bupati Lobar H. Fauzan Khalid menegaskan untuk memastikan ketersediaan oksigen ini,  pihaknya sudah menekankan kepada perusahaan penyedia. Karena di Lombok Barat sendiri ada dua distributor oksigen. Sebelum pandemi, Pemda hanya kontrak dengan satu perusahaan oksigen. Namun bertambah menjadi dua perusahaan. “Karena itu saya wajibkan di Lobar tidak boleh kekurangan karena lokasi prusahaan ada di Lobar,”imbuhnya.  (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional