Stok Mitan Dialihkan, IRT Di Bima Blokade Jalan

Bima (Suara NTB) – Sejumlah Ibu Rumah Tangga (IRT) Desa Tonggondo Kecamatan Palibelo, memblokade ruas jalan lintas Palibelo – Ntonggu, Sabtu, 11 Februari 2017. Mereka memblokade dengan menggunakan drum kosong, jeriken serta ranting pohon.

Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes karena tidak ada pasokan minyak tanah (Mitan) di desa setempat.

Iklan

Salah seorang IRT, Siti Aisyah menuturkan, sebelum memblokade jalan, ia bersama rekannya menunggu di tempat pengecer atau pangkalan di desa setempat sejak pagi hari. Namun sampai menjelang siang, pasokan mitan di pangkalan masih kosong.

“Pasokannya satu kali dalam seminggu di tingkat pengecer. Setiap satu kepala keluarga (KK) mendapat jatah 2 hingga 5 liter,” katanya.

Karena terlalu lama menunggu dan tidak mendapat kepastian, akhirnya tanpa komando mereka langsung memblokade ruas jalan. Aksi tersebut lanjutnya tanpa direncanakan ataupun tidak terpikirkan sebelumnya.

Aksi IRT ini membuat arus lalu lintas dari desa Belo menuju Ntonggu dan sebaliknya mengalami kemacetan beberapa saat. Ruas jalan dibuka aparat Kepolisian, Pemerintah Desa setempat turun tangan mengajak warga berdialog.

Kapospol Palibelo, Ipda Guntur mengaku aksi blokade jalan tersebut hanya miskomunikasi. Karena informasi yang diterima oleh warga, mitan yang dipasok untuk agen pengecer di Desa Tonggondo, dialihkan ke desa lain.

“Karena merasa diperlakukan tidak adil, akhirnya mereka secara spontan memblokade jalan,” katanya.

Akan tetapi, lanjutnya, aksi blokade tersebut hanya berlangsung beberapa saat. Jalan kembali dibuka setelah pihaknya, memberikan kepastian bahwa mitan didesa setempat akan segera dipasok secepatnya.

“Sesudah pertemuan, pasokan mitan yang dibutuhkan datang juga ke pangkalan. Wargapun langsung bergegas antri untuk membelinya,” pungkasnya. (uki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here