Stok Logistik Kosong di Tengah Bencana

Tajuddin HIR. (Suara NTB/Jun)

Dompu (Suara NTB) – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Dompu, kehabisan stok logistik untuk penanggulangan dampak bencana alam di daerah. Sebanyak 500 kilogram beras dan 10 dus mie instan sudah habis disalurkan ke korban puting beliu di Manggelewa beberapa waktu lalu. Itu merupakan stok trakhir. Lambannya pengadaan dan pengiriman pusat dianggap pemicu utamanya.

Kadinsos Dompu, Tajuddin HIR, SH., M. Si., kepada Suara NTB di kantornya mengungkapkan, kekosongan stok logistik yang dialami sudah dilaporkan ke Dinsos NTB. Namun demikian, mereka ternyata mengalami persoalan serupa, dimana stok pangan untuk keperluan mendesak tidak dimiliki. “Di provinsi stok barang untuk bantuan itupun sudah tidak ada di gudang. Tapi mereka berjanji dalam waktu dekat barang itu akan didrop ke Dompu,” terangnya.

Menurut dia, kekosongan stok logistik yang dialami daerah kuat dugaan akibat lambannya proses pengadaan di pusat. Sebab kementerian bergantung pada pihak ketiga selaku penyedia barang. Proses pendistribusian pun terbilang lama, karena dari kementerian dikirim ke provinsi baru menyasar Kabupaten/Kota di NTB.

Diantara kebutuhan tersebut, antara lain beras, telur, mie instan serta kebutuhan mendesak lain untuk setiap korban terdampak bencana alam. “Untuk tiga desa di Manggelewa kemarin, karena kita kehabisan stok terpaksa berikan beras dan 10 dus mie instan. Kalau terpal, selimut dan sebagainya dari BPBD,” ujarnya.

Kekosongan stok di tengah cuaca ekstrem ini, tegas Tajuddin HIR, cukup berbahaya bagi para korban terdampak bencana. Karenanya, pemerintah provinsi dan pusat diharap sigap dalam pengadaan dan pengiriman ke darah, salah satunya Dompu dengan ancaman banjir badang serta angin puting beliung. “Kalau terjadi awal Desember nanti kemudian kita tidak punya logistik, kan berbahaya. Makanya saya minta pusat dan provinsi agar barangnya segera dikirim ke daerah,” pungkasnya. (jun)