Stok Kurang, Harga Bumbu Dapur di Dompu Merangkak Naik

BUMBU DAPUR - Salah seorang pedagang bumbu dapur di Pasar Induk Dompu tengah melayani pembeli, Minggu, 16 Desember 2018. (Suara NTB/jun)

Dompu (Suara NTB) – Harga kebutuhan bahan pokok khususnya bumbu dapur di Dompu kini merangkak naik. Hal itu disebabkan berkurangnya pasokan stok dari luar daerah. Tak hanya itu, sejumlah pedagang juga dihadapkan dengan sepinya tingkat pembelian konsumen.

Salah seorang pedagang, Jamiah kepada Suara NTB di Pasar Induk, Minggu (16/12) menyampaikan, di akhir tahun ini, semua jenis bumbu dapur terus mengalami kenaikan harga, seperti halnya cabai rawit dari Rp20 ribu/Kg naik menjadi Rp30-Rp35 ribu/Kg. Pun demikian dengan cabai kriting dari Rp25 ribu/Kg naik Rp30 ribu/Kg.

Iklan

Sementara untuk tomat dan bawang merah dari kisaran Rp8000/Kg naik hingga Rp12-Rp15 ribu/Kg. “Kalau bawang putih stabil dia dari dulu tetap Rp25 ribu/Kg. Memang semua bahan pokok sekarang sudah naik,” kata dia. Naiknya harga bumbu dapur tersebut baru dialami sepekan terakhir, disinyalir akibat berkurangnya hasil panen petani luar daerah yang berimbas pada pengurangan stok ke wilayah ini.

Kondisi tersebut, keluh dia, bukannya sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat, tetapi justru pembeli semakin berkurang tiap harinya. “Makanya sekarang ndak berani kami tampung bumbu dapur ini yang masuk, sudah sulit barangnya sulit juga pembeli,” ujarnya.

Hal serupa juga disampaikan Nurjanah, namun ia mengaku tidak begitu mempersoalkan kenaikan harga dan sepi pembeli saat ini, sebab sudah menjadi kebiasaan ketika menjelang akhir tahun.

Potensi kerugian akibat sepinya konsumen tersebut memang ada, tetapi hal itu bisa diminimalisir dengan tidak menampung pasokan bumbu dapur yang cepat rusak dalam jumlah banyak, seperti halnya cabai, tomat dan sejenisnya. “Jadi ndak akan ada masalah kalaupun pembelinya sepi, kecuali barang kosong baru kita rugi karena tidak ada yang harus kita jual. Sepi begini biasa apalagi ini musim tanam jadi langanan semua di ladang semua,” tandasnya.

Sementara konsumen, Nurhidayah kepada Suara NTB mengaku, heran dengan tiba-tiba naiknya harga kebutuhan pokok tersebut karena pekan kemarin dijumpai masih stabil. Jika dikatakan pengaruh hasil panen petani luar daerah yang menurun, menurutnya, sangat bertolak belakang dengan fakta yang ditemukannya di lapangan, dimana tiap harinya semua jenis bumbu dapur tetap didatangkan dalam jumlah yang besar. “Khawatirnya saya ini disengaja agar para pedagang ini bisa dapat keuntungan lebih,” jelasnya.

Atas persoalan yang dirasa mengganggu kelancaran usahanya itu, Nurhidayah berharap pemerintah segera turun tangan untuk memastikan akar persoalnnya, jika memang persediaan stok masih stabil maka haru ada tindakan tegas bagi para pedagang. Kabid Perdagangan Disperindag Dompu, H. Iskandar yang dihubungi terkait persoalan tersebut hingga saat ini belum memberi jawaban. (jun)