Stok Bawang Merah Menipis di Dompu

Stok bawang merah di Pasar Induk Dompu menipis. Akibatnya terjadi lonjakan harga diawal musim hujan ini, Jumat (30/10).(Suara NTB/Jun)

Dompu (Suara NTB) – Diawal musim hujan tahun ini, harga bawang merah mengalami kenaikan. Bahkan, pedagang mulai kesulitan memperoleh stok komoditas pertanian lokal tersebut. Untuk satu kilogram paling rendah dijual pedagang Rp30 ribu.

Salah seorang pedagang di Pasar Induk Dompu, Rustina kepada Suara NTB, Jumat, 30 Oktober 2020 mengaku kesulitan memperoleh stok bawang merah sepekan terakhir ini. Kalaupun ada, harga patokan pengepul cukup tinggi, yakni Rp25 ribu/Kg. “Modalnya Rp25 ribu kita jual Rp30 ribu, cuma sekarang sudah sulit kita peroleh barangnya,” terang dia.

Iklan

Patokan harga penjualan bawang merah Rp30 ribu/Kg ini, menurut dia, cukup tinggi bila dibanding sebelumnya, yang mana biasanya maksimal dijual pedagang Rp15 ribu/Kg.

Curah hujan tinggi serta meningkatnya permintaan luar daerah diduga menjadi pemicu utama lonjakan harga komoditas pertanian lokal tersebut. “Panen sudah selesai tapi banyak yang dikirim keluar, makanya kesulitan kita dapat stok bawang disini,” ujarnya.

Selain persoalan menipisnya stok dan tingginya patokan harga bawang merah, lanjut Rustina, harga komoditas lain juga merangkak nail diawal musim hujan tahun ini. Seperti halnya bawang putih, dari Rp20 ribu/Kg naik menjadi Rp25 ribu/Kg. Pun demikian halnya dengan cabai rawit, harganya kini berkisar Rp20-Rp25 ribu/Kg.

Tak kalah mengejutkan yakni cabai keriting, dari Rp25 ribu/Kg sekarang tembus sampai Rp40 ribu/Kg. Kondisi yang demikian juga diakui pedagang lain, Nurjanah. Bahkan tomat yang kemarin anjlok sampai Rp3000/Kg sudah naik Rp8000/Kg. “Kalau yang lain tetap normal dia stoknya walaupun harga naik, beda dengan bawang merah sekarang sudah sangat sulit,” pungkasnya. (jun)