Stok Air Bendungan Batu Bulan Mendekati Level Kritis

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Debit air salah satu bendungan besar di Sumbawa, Batu Bulan mulai menipis. Bahkan levelnya sudah mendekati angka kritis. Kondisi ini bisa mengancam lahan pertanian pada Musim Tanam (MT) II tahun ini. Penggunaan air mesti efektif dan mengurangi kebocoran air.

Demikian disampaikan Kasi Operasi Pemeliharaan Sungai dan Bendung Kantor Pengairan Sumbawa, M. Saleh, Senin, 21 Mei 2018. Informasi yang diterimanya dari Kepala UTP Batu Bulan, stok air bendungan pada level 58 meter. Mendekati level kritis pada angka 52 meter. Sehingga otomatis debit air makin berkurang di musim kemarau ini.

Iklan

“Ketersediaan air makin berkurang setiap tahunnya, karena kondisi hutan di hulu bendungan yang mulai habis,” cetusnya.
Dengan stok air yang ada, maka harus ada perubahan pola tanam pada MT II. Mengingat stok air yang ada tersebut hanya cukup untuk 50 persen padi dan 50 persen palawija di MT II ini. Belum lagi kemungkinan adanya pelompong liar (kebocoran) dengan tingkat pemakaian air yang tidak ada batasnya.

“Kondisi jaringan irigasi tidak ada masalah. Hanya kadang ada kebocoran air akibat ulah oknum warga. Ini yang harus diminimalsiri, Agar pemakaian air menjadi efektif dan efisien,” tukasnya.

Pihaknya berharap kedepan kerusakan hutan bisa ditangani. Jangan kemudian terus dirusak tanpa ada upaya perbaikan. Sebab kalau kondisi hutan terus dibiarkan rusak, maka tak mustahil ancaman ketersediaan air juga semakin lama semakin berkurang. (arn)