STMIK Bumigora akan Cabut Laporan Dugaan Pencemaran Nama Baik

Mataram (suarantb.com) – Laporan dugaan pencemaran nama baik melalui Facebook yang dituduhkan Pihak Kampus STMIK Bumigora Mataram terhadap seorang mahasiswanya, secara resmi akan dicabut. Hal tersebut berdasarkan kesepakatan mediasi antara pihak STMIK Bumigora Mataram dan puluhan mahasiswa yang digelar di Kantor DPRD Provinsi NTB, Senin, 3 Oktober 2016 lalu.

Ketua SMI Cabang Mataram, Yasin, mengatakan kesepakatan tersebut telah ditandatangani oleh masih-masing pihak pada Senin kemarin. Sehingga dalam waktu dekat pihak STMIK Bumigora harus mencabut laporannya.

Iklan

“Kemarin ada poin kesepakatan bahwa pihak pertama kampus mencabut laporan atas dugaan pencemaran nama baik. Itu langsung dimediasikan oleh Ketua DPRD NTB di Kantor DPRD,” ujarnya saat dihubungi suarantb.com, Jumat, 7 Oktober 2016.

Sebelumnya, Andriyan Rizki Saputra dituduh pihak kampus telah mencemarkan nama baik kampus melalui facebook. Sehingga pihak kampus melaporkannya pada Unit Cyber Crime Polda NTB, Agustus lalu.

Andriyan yang juga aktivis Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) Mataram, membuat SMI se Indonesia menggelar aksi solidaritas di masing-masing daerah untuk menyuarakan penghentian kriminalisasi gerakan mahasiswa, Jumat, 30 September 2016 lalu.

Terkait waktu pasti pencabutan laporan, menurut Yasin, pihak kampus hanya menjelaskan akan secepatnya mencabut laporan tersebut. Pihak kampus saat itu diwakili oleh Pembantu Ketua III, Heru Santoso dan kuasa hukum kampus.

Sebelumnya mediasi sempat gagal karena anggota DPRD NTB sedang berada di luar daerah. Mediasi ini merupakan mediasi kedua setelah sebelumnya sempat gagal. Sementara dalam mediasi Senin kemarin, Yasin mengatakan ada beberapa klausul perjanjian yang diubah.

“Sebenarnya agak rumit kesepakatannya. Pihak STMIK ingin perjanjian harus menurut mereka. Ada redaksi poin yang diubah, di mana pencantuman stop kriminalisasi gerakan mahasiswa harus diubah, karena menurut mereka, pihak kampus tidak melakukan kriminalisasi,” jelasnya.

Terhitung telah lima hari kesepakatan pencabutan laporan dilakukan. Namun hingga kini belum diketahui secara pasti laporan kasus undang-undang ITE tersebut dicabut. Hingga berita ini diturunkan, suarantb.com sedang berupaya mengkonfirmasi pihak kepolsian. (szr)