STKIP Hamzanwadi Selong Resmi Jadi Universitas

Mataram (Suara NTB) – Setelah sekitar 38 tahun mengabdi untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM). Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Hamzanwadi Selong, akhirnya resmi menjadi Universitas Hamzanwadi. Perubahan berlaku sejak tanggal 23 September 2016 sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Kemenristek Dikti Nomor 428/KPT/1/2016 tentang penggabungan STKIP Hamzanwadi dan Sekolah Tinggi Teknologi Hamzanwadi (STTH) menjadi Universitas Hamzanwadi.

Penyerahan SK berlangsung di Aula Yayasan Pondok Pesantren Darunnahdlatain (YPH-PPD) Nahdlatul Wathan (NW) Pancor, Rabu, 4 Oktober 2016. Penyerahan SK dilakukan oleh Direktur Pengembangan Kelembagaan Perguruan Tinggi Kemenristek Dikti, Ir. Ridwan Anjib, MSc dan diterima langsung oleh Rektor Universitas Hamzanwadi, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah,M.Pd. Penyerahan SK juga dirangkaikan dengan pengajian akbar 1 Muharram 1438 Hijriyah.

Iklan

Hadir dalam acara tersebut, Gubernur NTB, Dr. TGH, M. Zainul Majdi, Pembina YPH-PPD NW Pancor, Hj. Sitti Rauhun ZAM, Anggota DPR RI, Dr.Zulkieflimansyah, Anggota II BPK RI, Dr. Agus Joko Pramono, M.Acc. Kemudian Anggota III BPK RI Prof. Dr. Eddy Mulyadi Soepardi, CFr.A, Kepala BNN NTB, Kombes Pol Drs. Sriyanto, M.Si, Ketua DPRD Lotim, H.M. Khaerul Rizal, ST,MKom, serta para tuan guru, dosen dan santri se-YPH-PPD NW Pancor.

Rektor Unversitas Hamzanwadi, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah,M.Pd, mengatakan, 81 tahun yang lalu Almagfurullah Maulana Syaikh TGKH. Zainuddin Abdul Madjid meletakkan pondasi pertama untuk mendirikan sebuah organisasi yang dinamakan Nahdlatul Wathan Diniah Islamiah (NWDI). Dengan kegigihan dan semangat beliau dalam menyebarkan kebaikan, kejujuran dengan cara yang sabar, ikhlas dan istiqomah, saat ini pondasi NW sudah tersebar hampir di seluruh Indonesia. ‘’Beliau (Almagfurullah) mendirikan NWDI, NBDI untuk kebaikan. Nahdlatul Wathan Fill Khair, Nahdlatul Wathan Fastabiqul Khairat,’’ ujarnya.

Maka dari itu, katanya, terkait perubahan STKIP Hamzawadi Selong menjadi Universitas Hamzanwadi, merupakan bukti nyata jika organisasi NW yang didirikan oleh Almagfurullah Maulana Syaikh terus berbenah untuk kebaikan dan kemaslahatan umat. Di mana, dalam perubahan ini Universitas Hamzanwadi akan menambah sebanyak empat program studi (Prodi) baru. Pertama, S1 Farmasi, S1 Tehnik Lingkungan, S1 Tehnik Komputer dan S1 Statistika. Empat Prodi ini dari empat Fakultas yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Tehnik, Fakultas Kesehatan dan Fakultas MIPA.

‘’Perubahan ini kita lakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat NTB dan Indonesia. Nama Hamzanwadi kita pilih karena sudah populer di tanah air, bahkan telah mendunia,’’ ujarnya.

Sementara, Direktur Pengembangan Kelembagaan Perguruan Tinggi Kemenristek Dikti, Ir. Ridwan Anjib, MSc mengatakan, dengan peralihan STKIP menjadi Universitas maka ke depan studi penelitian serta riset yang dilakukan akan lebih baik. Bahkan, dengan dijadikan universitas akan banyak peluang yang didapatkan. Salah satunya berupa peluang untuk membuka program studi apa saja yang diinginkan serta dapat bekerjasama dengan perguruan tinggi dalam dan luar negeri. ‘’Di NTB nanti apabila ada pertumbuhan bidang-bidang tertentu, nanti Universitas Hamzanwadi akan lebih mudah membuka prodi itu. Contohnya saja di bidang pariwisata,’’sebutnya.

Sementara, Gubernur NTB, Dr. TGH. Zainul Majdi, berharap supaya santri yang saat ini berada di bawah naungan YPH-PPD NW Pancor, harus menjadi santri yang baik dan cemerlang. Jika sudah demikian, katanya, maka seseorang itu akan manjalani kehidupan dengan lebih baik. Karena setiap orang memiliki jalan yang berbeda untuk menggapai kesuksesan. Maka dari itu, Tuan Guru Bajang (TGB)-sapaan gubernur— mengingatkan para santri untuk menempuh proses pendidikan dengan sebaik-baiknya serta menjadikan semua yang didengar dan dilihat sebagai sumber ilmu. (yon/*)