STIPark dan Target NTB Jadi Sentra Industri

H. Zulkieflimansyah. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Program industrialisasi yang digagas Pemprov NTB di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc – Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd mulai menunjukkan hasil. Inovasi teknologi dari anak-anak NTB mulai bermunculan seperti sepeda motor listrik, mobil listrik hingga cold storage tenaga surya.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc, menargetkan daerah ini ke depannya akan menjadi sentra alias hub industri di Indonesia. ‘’Jadi ke depan, industrialisasi itu hub-nya di NTB,’’ ujar gubernur saat berkunjung ke Science Technology and Industrial Park (STIPark) NTB di Banyumulek, Lombok Barat, Jumat, 26 Juni 2020.

Iklan

Gubernur mengatakan, industrialisasi adalah perubahan cara berpikir. Produk pertanian yang tadinya berupa gabah, tidak lagi dijual dalam bentuk gabah. Tetapi diolah dulu menjadi beras. Dengan adanya industri penggilingan padi maka akan diikuti industri ikutannya, seperti pakan. ‘’Kita sangat mampu, tak ada yang tidak bisa dibikin kalau kita mau mencoba,’’ katanya.

Ia mengatakan, industrialisasi sangat penting.  Karena tidak mungkin masyarakat akan mencicipi kesejahteraan atau kemakmuran jika tidak ada proses industrialisasi. Dikatakan, semua industrialisasi dimulai dengan hadirnya industri permesinan.

‘’Kalau kita mulai dari mesin. Dengan mesin produksinya bisa meningkat. Kehadiran mesin, mekanisasi akan menghadirkan produktivitas. Produktivitas meningkat akan meningkatkan produk yang dihasilkan dan jumlah uang yang dihasilkan,’’ terangnya.

Sekali anak-anak NTB bisa bikin mesin, maka akan terjadi pembelajaran yang terus menerus. Sehingga mesin yang dihasilkan akan semakin canggih. Jika sudah mampu membuat motor listrik atau mobil listrik, maka akan berpikir untuk bisa membuat komponen mesin motor listrik, mobil listrik dan lainnya. ‘’Ini ada prosesnya,’’ terangnya.

  SMKN 2 Gerung Lobar Siap Produksi ‘’Cold Storage’’

Orang nomor satu di NTB ini memberikan apresiasi terhadap anak-anak NTB yang sudah mampu membuat sepeda motor listrik dan mobil listrik. Sehingga, bagi masyarakat yang kekurangan modal, peralatan dan tempat memproduksi, Pemprov memfasilitasi mereka dengan menyediakan tempat di STIPark NTB.

Gubernur yang akrab disapa Dr. Zul ini menjelaskan, alasan kenapa NTB perlu mengembangkan motor listrik atau sepeda motor listrik. Karena NTB akan menjadi tuan rumah MotoGP tahun depan. ‘’Baru terasa dampaknya buat lokal kalau ada yang berkorelasi dengan event tersebut,’’ katanya.

Jika hanya membuat motor biasa, maka tidak akan menarik. Tetapi jika mengembangkan motor dan mobil listrik, NTB akan menjadi pusat perhatian. Pengembangan motor dan mobil listrik dinilai sesuai dengan konsep NTB yang mengembangkan pariwisata sebagai sektor unggulan.

‘’Kalau semua menggunakan motor listrik, tak ada polusi udara, asap mengepul dan kebisingan. Berbagai negara maju sekarang memperhatikan kendaraan yang ramah lingkungan. Sehingga target kita bukan bikin 20 motor listrik. Tapi saya mau 200 ribu motor listrik hadir di tempat kita,’’ ujar Dr. Zul.

Menurutnya, pengembangan industri otomotif seperti motor dan mobil listrik bukan sekedar angan-angan. Mungkin, awalnya orang akan mencibir. Tetapi setelah mencoba menggunakan motor listrik tersebut akan merasa nyaman. Sehingga diharapkan kepala daerah, kepala dinas dan PNS di NTB menggunakan motor listrik.

‘’Setelah mencoba motor listrik nyaman. Saya kira PNS kita mau beli. Staf-staf PNS di kabupaten/kota kalau bupati/walikota mau beli, pasti ikut mereka. Kalau ini sudah ada pasarnya. Bisa kita jual ke NTT, Sulawesi dan lain-lain,’’ katanya.

Bukan hanya pengembangan motor dan mobil listrik. Industri pengolahan juga menjadi prioritas. Ia mengatakan, NTB tidak boleh alergi mendatangkan kelapa dari luar daerah seperti NTT dan Sulawesi. Barang mentah yang didatangkan dari luar daerah diolah menjadi minyak kelapa. ‘’Kemudian minyak kelapanya dijual  ke Sulawesi, NTT. Ini semangatnya,’’ tandas mantan Anggota DPR RI tiga periode ini.

  Dana Hibah KONI, Inspektorat Temukan Kerugian Negara Rp256 Juta

Dalam diskusi virtual dengan tokoh-tokoh Sumbawa, Sabtu, 27 Juni 2020, gubernur berharap sinergi para tokoh Samawa akan semakin memperkuat dan mempercepat industrialisasi yang digencarkan Pemprov NTB saat ini.

Dalam kegiatan yang mengangkat tema “Modal Sosial Budaya Samawa untuk Industrialisasi Tana Samawa”. Para tokoh yang hadir antara lain Din Syamsudin, mantan Wakil Ketua DPR RI, H. Fahri Hamzah, Sultan Sumbawa XVII Daeng Muhammad Abdurrahman Kaharuddin, dan budayawan Sumbawa Taufik Rahzen.

Gubernur menjelaskan, ekonomi di Indonesia khususnya di NTB memiliki sistem yang sangat terbuka. Sehingga dengan ekonomi terbuka, NTB harus punya daya saing. ‘’Daya saing itu mensyaratkan industrialisasi,’’ terangnya.

Ditegaskan, industrialisasi bukan hanya identik dengan pabrik besar dan asap yang menghasilkan polusi. Namun industrialisasi adalah pendalaman struktur aktivitas produksi, meningkatkan nilai produksi sehingga otomatis kesejahteraan masyarakat meningkat.

‘’Kenapa industrialisasi itu penting. Bukan berarti pertanian tidak penting akan tetapi menurut teori ekonomi, jika sektor pertanian tak mampu menghasilkan produktivitas. Maka jalan satu-satunya adalah meningkatkan nilai tambah produktivitas ada pada sektor industrialisasi,’’ ujarnya.

Ia mengatakan, geliat ekonomi setelah adanya industrialisasi di NTB sudah semakin tinggi. Para pelaku UKM/IKM di NTB sudah mulai semangat menciptakan produk-produk lokal kemudian yang dimasukkan kedalaman program JPS Gemilang. Belum lagi smelter di KSB yang sudah mulai terealisasi pembangunannya.

‘’Kita tidak ingin lagi menggali tanah kemudian menjual mentah ke luar. Tetapi kita akan menjual keluar produk yang sudah diolah di daerah kita sendiri. Sehingga nilai jualnya semakin besar,’’ jelas gubernur.

Dr. Zul mengatakan, industrialisasi butuh waktu, butuh biaya dan tidak otomatis jadi. Di dalam proses Industrialisasi ada  cost of learning yang mahal.

  Bayi Berusia Enam Hari Sembuh dari Covid-19

‘’Salah satu investasi yang besar untuk menunjang industrialisasi adalah meningkatkan kapasitas SDM kita. Industrialisasi hanya mungkin dilakukan jika ketersediaan SDM yang cukup,’’ ujarnya.

Sehingga  program beasiswa NTB yang merupakan program unggulan Pemprov NTB dilakukan agar para alumni memiliki rasa percaya diri yang tinggi. ‘’Mereka bisa asalkan dikasih kesempatan. Harapan kami ketika MotoGP dihelat di Lombok. Maka 200 ribu penonton sudah bisa menggunakan motor listrik buatan anak-anak NTB,’’ tutupnya. (nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here