Stimulus Ekonomi, Gubernur Salurkan Bantuan 685 Mesin Produk IKM Lokal

0
Mesin-mesin produk IKM lokal yang diberikan Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah kepada kelompok masyarakat, UMKM, Kepala Desa dan penerima manfaat di STlPark Banyumelek, Kamis, 27 Agustus 2020. (Suara NTB/diskominfotikntb)

Mataram (Suara NTB) – Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di masa pandemi Covid-19, Pemerintah Provinsi NTB meluncurkan stimulus ekonomi berupa bantuan mesin kepada masyarakat. Sebanyak 685 permesinan berbagai jenis dan model hasil karya Industri Kecil Menengah (IKM) lokal diberikan kepada para kelompok masyarakat, UMKM, Kepala Desa dan penerima manfaat, Kamis, 27 Agustus 2020 di STlPark Banyumelek.

Dalam sambutannya, Gubernur mengatakan bahwa bantuan stimulus berupa peralatan mesin bertujuan agar UMKM bisa tetap berproduksi lebih banyak, usai JPS Gemilang. Bantuan stimulus ini diberikan sesuai klaster dan kebutuhan prioritas masing-masing UMKM / kelompok masyarakat yang ada.

IKLAN
Mesin-mesin produk IKM lokal yang diberikan Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah kepada kelompok masyarakat, UMKM, Kepala Desa dan penerima manfaat di STlPark Banyumelek, Kamis, 27 Agustus 2020. (Suara NTB/diskominfotikntb)

Pada kesempatan tersebut, bantuan mesin yang diserahkan terdiri dari beragam jenis. Mulai dari mesin pencabut bulu ayam, pemecah bambu, mengasap ikan, hingga sepeda listrik. “IKM di NTB ini luar biasa. Motor dan mobil listrik pun kita hasilkan di NTB,” kata Gubernur.

Permesinan ini penting, kata Gubernur, untuk mendukung sektor yang lain, seperti pertanian, perikanan, peternakan dan bidang sektor lainnya. Menurutnya, kehadiran permesinan pada industri akan meningkatkan produktivitas pelaku ekonomi. Ia mencontohkan usaha perajin bambu yang awalnya hanya mampu memotong bambu 10-20 batang sehari. Dengan adanya mesin pemotong, akan mampu membelah ratusan bambu perhari.
“Jadi teknologi dan mesin ini meningkatkan produktivitas di bidang pertanian, perkebunan dan sektor lainnya,”ucapnya.

Namun, Dr. Zul mengingatkan, bahwa hasil mesin produk lokal NTB ini masih belum sesempurna buatan pabrikan-pabrikan besar. “Jangan kaget, mesin yang kita buat ini nantinya ada kendala. Di mana-mana seperti itu, produk China, ketika awal-awal juga tidak sempurna. Oleh karena itu yang menyediakan pasar adalah pemerintah” jelas Dr. Zul.

Selanjutnya, Dr. Zul juga menerangkan bahwa negara berkembang seperti di Indonesia relatif lebih cepat maju. Syaratnya mampu mau belajar teknologi lebih cepat dan segera menerapkannya. “Kita dapat belajar dan mengikuti permesinan negara maju seperti Amerika, Inggris dan negara maju lain. Kemudian mengadopsi teknologinya seperti China, Taiwan atau Korea,” jelasnya.

Menurut Dr. Zul, belajar teknologi industri harus di awali dengan keberanian dan dimulai dengan langkah pertama.”Tidak ada teori industrialisasi yang tidak dimulai dari industri permesinan. NTB sudah memulainya,” tandas Dr. Zul.
Sementara itu, Asisten II Setda NTB, Ir. Ridwan Syah, MM, M.TP mengatakan bahwa penyerahan bantuan mesin ini merupakan suatu langkah kecil namun memiliki nilai yang strategis di masa yang akan datang. Ke depan, melalui stimulus ekonomi targetnya ada 1.600 mesin yang akan diberikan kepada masyarakat penerima manfaat.

“Targetnya sebelum tanggal 17 Desember 2020 mesin akan dibagikan kepada masyarakat,” kata mantan Kepala Bappeda NTB tersebut.
Sementara itu, penerima bantuan mesin dari Lombok Timur, Reza Apriani, mengaku bersyukur mendapatkan mesin pemeras kelapa untuk meningkatkan produktivitas membuat minyak kelapa. “Adanya mesin ini dapat meningkatkan dan memudahkan pekerjaan kelompok UKM kami,”jelasnya.

Dalam kegiatan ini, turut dihadiri oleh seluruh Kepala OPD lingkup Pemprov NTB, Dirut Bank NTB, Direktur GNE, dan sejumlah UMKM, serta masyarakat penerima bantuan (*)