Stikes Yarsi Mataram Lepas Peserta Program Magang Kerja ke Jepang

Ketua Stikes Yarsi Mataram, H. Zulkahfi (paling kiri) berfoto bersama lulusan yang berangkat magang kerja perawat profesional di Jepang saat kegiatan pelepasan.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Yarsi Mataram menggelar Pelepasan Peserta Magang Kerja Perawat Profesional ke Jepang, pada Rabu, 25 November 2020. Lima orang lulusan S1 Keperawatan Stikes Yarsi Mataram mengikuti magang kerja perawat profesional di Jepang selama satu tahun.

Ketua Stikes Yarsi Mataram, H. Zulkahfi, S.Kep., Ners., M.Kes., berpesan kepada lulusan yang berangkat agar menjaga nama baik almamater dan diberikan kesehatan pada saat beraktivitas dan pulang kembali. Keberhasilan mengirim lulusan bekerja di luar negeri membuktikan pihaknya bisa mengejar visi Stikes Yarsi Mataram yaitu Profesional dan Islami. “Menjadi institusi yang mampu bersaing di tingkat regional dan internasional,” katanya.

Tahun ini merupakan tahun kedua Stikes Yarsi Mataram mengirimkan lulusan magang bekerja ke luar negeri. Di tahun lalu, lulusan yang dikirim sebanyak dua orang. Di tahun depan ditargetkan 25 orang mahasiswa akan mengikuti magang kerja di Jepang. Mereka sudah diberikan bekal pelatihan bahasa dan budaya Jepang. “Boleh kita kuliah di Lombok, tapi berpikir internasional, tidak berpikir lokal,” ujarnya.

Zulkahfi berpesan, dengan magang kerja perawat profesional ke Jepang sebagai salah satu upaya mengubah pola pikir dan pola kerja. “Karena inti dalam hidup ini adalah kita harus bergerak, semakin banyak pergerakan, semakin bagus, semakin jauh pergerakan kita maka semakin bagus. Setiap makhluk ini pasti akan diberikan rezekinya, tidak ada yang tidak diberikan rezekinya, dengan catatan mau mengubah hidupnya,” pesannya.

Program pengiriman lulusan magang bekerja di luar negeri, menurut Zulkahfi akan disambut baik juga oleh Pemerintah Provinsi NTB, karena Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah banyak memperjuangkan beasiswa mahasiswa ke luar negeri.

“Sesampai di Jepang mereka mengikuti pelatihan dulu, setelah itu baru mereka bisa dipercaya untuk melakukan tindakan keperawatan,” katanya.

Ia menjelaskan, di Jepang nanti, lulusan Stikes Yarsi Mataram akan bekerja di rumah sakit lansia. Mereka akan melakukan perawatan lansia. Nantinya, diharapkan pengalaman melakukan tindakan keperawatan di sana, bisa ditularkan saat melanjutkan pendidikan profesi di Stikes Yarsi Mataram.

“Untuk magang kerja ini, nanti dari sisi akademik akan dikonversi menjadi salah satu bagian proses pendidikan yang bisa dikonversi menjadi nilai untuk mereka,” jelasnya.

Zulkahfi menekankan, magang kerja ke luar negeri ini juga selaras dengan pesan yang disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Mendikbud selalu mengingatkan dan mengimbau seluruh kampus untuk menciptakan kampus merdeka. Di mana kampus didorong memberi kesempatan kepada mashswa maju untuk praktik dan mencari ilmu yang lebih dari biasanya. “Itulah yang Stikes Yarsi Mataram lakukan,” katanya.

Direktur Bali Tosha Lombok Kochi, Abdurahman sebagai mitra kerja sama Stikes Yarsi Mataram untuk pengiriman magang kerja perawat profesional ke Jepang, mengapresiasi Stikes Yarsi Mataram yang telah berhasil mengirim mahasiswa bekerja di Jepang. Untuk sementara ini, pihaknya hanya mempercayakan Stikes Yarsi Mataram untuk pengiriman magang kerja dari perguruan tinggi kesehatan. (ron)