STIKes Hamzar Ambil Sumpah 27 Alumni D3 Kebidanan

Sebanyak 27 alumni D3 Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Hamzar diambil sumpahnya, Sabtu, 23 Januari 2021. Ikrar sumpah bidan ini dipandu langsung oleh Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi NTB, Wayan Mujungasih. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Sebanyak 27 alumni diploma tiga (D3) Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Hamzar diambil sumpahnya, Sabtu, 23 Januari 2021. Ikrar sumpah bidan ini dipandu langsung oleh Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi NTB, Wayan Mujungasih, S.ST.,S.Sos.

Pengambilan sumpah 27 alumni D3 STIKes Hamzar ini dihadiri juga oleh Ketua IBI Lotim, Rohaniawan Depag, dan Pimpinan beserta Kaprodi STIKes Hamzar bertempat di Kampus STIKes Hamzar Lotim. Kegiatan ini merupakan agenda akademik yang harus dilaksanakan. Mahasiswa diambil ikrar sumpahnya setelah tuntas menyelesaikan studi selama tiga tahun khusus D3.

Iklan

“Ke depan diharapkan dapat melanjutkan Prodi S1 Kebidanan dan profesi. Untuk profesi bidan ini harus memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) yang diawali dengan wisuda dan uji kompetensi,” terang Ketua STIKes Hamzar Lotim, Drs. H Muhammad Nagib, M.Kes.

Dijelaskannya, Prodi Kebidanan yang dikembangkan STIKes Hamzar merupakan salah satu bidang keilmuan unggulan sejak awal tahun berdirinya STIKes Hamzar tahun 2008-2009. Untuk lulusan merujuk pada visi-misi, di mana STIKes Hamzar diperkaya dengan nilai-nilai Islami. Terdapat juga Program Studi S1 Keperawatan dan Ners, S1 Pendidikan Bidan dan Profesi Bidan.

“Alumni sudah tersebar di sejumlah rumah sakit dan Puskesmas di NTB, luar daerah bahkan luar negeri,”sebutnya.

Mengingat acara ini berlangsung dalam masa pandemi Covid-29, maka protokol kesehatan dijalankan dengan ketat. Di antaranya memakai masker, mengecek suhu tubuh, menggunakan hand sanitizer, dan menjaga jarak aman. Bahkan jumlah undangan juga telah dibatasi seminimal mungkin agar tidak terjadi kerumunan massa.

Sementara, Ketua IBI NTB, Wayan Mujungasih, S.ST.,S.Sos., memberikan perhatian terhadap pendidikan kebidanan di NTB. Untuk menjadi bidan harus diambil sumpah bidannya serta memiliki naskah sumpah bidan dan mengikuti uji kompetensi, barulah dapat mengurus STR.l. Dari STR ini barulah dapat melamar pekerjaan dan kemudian surat izin praktik (SIP). “Apabila sudah memenuhi kriteria ini, barulah bisa menyentuh pasien,” tegasnya.

Peran bidan dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi sangat strategis karena bersentuhan langsung dengan objek di tengah masyarakat. Maka dari itu, ia berharap bidan ke depan menunjukkan dedikasinya sebagai abdi masyarakat dan abdi negara dengan bersungguh-sungguh menerapkan ilmunya selama menempuh pendidikan.

“Bidan merupakan garda terdepan dari pelayanan khususnya perempuan. Bidan memiliki peran penting membantu pemerintah menurunkan angka kematian ibu dan anak. Bidan identik dengan ibu hamil dan balita,”paparnya.

Keberadaan bidan juga diharapkan profesional. Pasalnya, sesuai undang-undang kebidanan Nomor 4 Tahun 2019 tatanan pelayanan ada dua yaitu bidan vokasi dan bidan profesi. Sehingga sudah semestinya profesi bidan terus meningkatkan pengetahuannya dengan mengikuti pendidikan non-formal maupun pelatihan-pelatihan. Maka dari itu, bidan akan mampu berperan lebih optimal dalam mempersiapkan generasi berkualitas. (yon/*)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional