Status Tersangka Kasus Pengadaan Kapal Dicabut

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Sedikitnya tiga orang tersangka sudah ditetapkan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Kapal Perintis di Sumbawa. Meskipun penyidikan sudah dilakukan, namun seorang tersangka yakni Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) penyidikannya dihentikan. Dalam artian statusnya sebagai tersangka dicabut.

Kajari Sumbawa, Paryono, SH kepada wartawan, Jumat, 9 Desember 2016 menyampaikan dalam kasus Kapal Perintis ini pihaknya telah menetapkan tiga orang tersangka. Yakni Wh selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Af selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan SW selaku rekanan.

Iklan

Namun dari hasil penyidikan yang dilakukan ternyata perannya Wh selaku KPA tidak memenuhi unsur perbuatan melawan hukum. Selain itu juga tidak melampaui kewenangan. Untuk itu khusus Sw penanganan penyidikannya dihentikan. “Untuk tersangka KPA ini penanganan penyidikannya kita hentikan. Dicabut status tersangkanya,” imbuhnya.

Menurut Kajari, memang tugas KPA tandatangan. Tetapi dalam pengecekan ada PPK dengan tim pengawas pemeriksa barang. Yang bersangkutan juga tidak melampaui kewenangan. Dalam artian tidak ikut menikmati hasil dari hal tersebut. “Tidak semua perkara bisa diambil seperti itu. Kalau begitu nanti semua KPA bisa otomatis jadi tersangka,” pungkas Kajari.

Seperti diberitakan, Dishubkominfo Sumbawa melakukan pengadaan dua unit kapal peintis pada tahun 2009 lalu dengan nilai Rp 270 juta. Kapal tersebut diperuntukkan sebagai sarana transportasi laut warga Pulau Moyo dan Pulau Medang.

Kasusnya mencuat setelah adanya kejanggalan dari kondisi fisik kapal. Setelah ditelusuri ternyata dua kapal tersebut merupakan kapal bekas yang dibeli dari seorang nelayan Pulau Kaung dan kapal hasil pelelangan Amanwana Resort. Kapal tersebut dicat sehingga terlihat baru.

Namun belum sampai sebulan digunakan, kapal mengalami kerusakan. Hasil audit investigasi BPKP, kerugian negara yang ditimbulkan sekitar Rp 244 juta. Dalam hal ini kejaksaan Negeri Sumbawa telah menetapkan tiga orang tersangka. Mereka yakni Wh selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Af selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan SW selaku rekanan. (ind)

  Tersangkut Dugaan Korupsi, Mantan Kadisbun Bima Diperiksa sebagai Tersangka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here