Status Tanggap Darurat Berakhir, Dampak Kerusakan Banjir Terus Didata

Selong (Suara NTB) –Status tanggap darurat terhadap pascabencana banjir bandang yang menerjang wilayah Kecamatan Sambelia berakhir Minggu, 19 Februari 2017. Setelah tanggap darurat berakhir, pemerintah konsen ke pemulihan. Dalam tahap pemulihan ini, pemerintah terus melakukan pendataan terhadap dampak kerusakan.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Lotim, Mudahan, ST,MM, Sabtu, 18 Februari 2017, mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan perekapan terkait berapa jumlah rumah masyarakat yang terdampak banjir, baik yang rusak berat, sedang dan ringan. Adanya data valid itu, akan dilakukan penanganan yang lebih lanjut lagi.

Iklan

“Untuk tanggap darurat sampai tanggal 19 Februari, barulah masuk tahap pemulihan. Dalam tahap pemulihan ini, semua pihak sudah menjalin koordinasi untuk bergerak sesuai dengan tufoksinya masing-masing,” jelasnya.

Terkait dengan masyarakat yang rumah serta tanahnya yang hanyut, lanjutnya, akan dicarikan solusinya, karena membutuhkan lahan untuk membangun. Selain itu, dalam penanganannya juga akan dikoordinasi dengan pemerintah pusat, provinsi serta kabupaten, sehingga jelas penanganannya.

Informasinya, rumah yang hanyut nantinya akan diberikan bantuan masing-masing Rp 20 juta dalam bentuk fisik rumah oleh Pemda Lotim.

“Kerusakan tidak hanya terjadi apda infrastruktur jalan maupun rumah, lahan pertanian juga tidak kalah penting untuk diperhatikan. Sehingga, kondisi itu kita koordinasi dengan pemerintah pusat maupun provinsi,” jelasnya.

Mudahan menyebutkan, dampak banjir yang menerjang rumah warga paling parah terdapat di Desa Sambelia. Di sana sedikitnya terdapat empat rumah warga yang hanyut tergerus air serta puluhan di antaranya rusak ringan dan berat.

Dalam penanganannya, koordinasi akan tetap dilakukan bersama BPBD Lotim, karena berkaitan dengan bencana. Namun, semua SKPD akan tetap bergerak sesuai dengan urusan masing-masing.

Terpisah, Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Moch Ali Bin Dachlan menyebutkan bantuan terhadap masyarakat yang mengalami bencana alam terus diperhatikan oleh pemerintah. Selain itu, pihaknya sudah menyalurkan 27 ton beras bagi warga korban banjir di Sambelia, Sabtu, 18 Februari 2017. (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here