Status Dua Aset Ruko di Cakranegara Diubah dari Hak Milik ke HGB

Mataram (Suara NTB) – Persoalan aset ruko milik Pemkot Mataram di Cakranegara telah ditemui solusinya. Anggota tim penelusuran aset, H. Mahsar Malacca kepada Suara NTB menyampaikan terhadap dua unit ruko yang telah menjadi hak milik pengguna kini diubah statusnya menjadi hak guna bangunan (HGB). Pengalihan status ini berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak, yaitu Pemkot Mataram dan pengguna ruko.

“Sudah selesai satu masalah. Masalah Pasar Cakra itu, insya Allah dianggap selesai sudah,” ujarnya, Jumat, 26 Mei 2017.

Iklan

Persoalan status yang awalnya hak milik tersebut dianggap selesai karena telah ada kesepakatan antara kedua belah pihak. “Karena sudah ada kesepakatan antara pemilik sertifikat sama pemerintah, dalam hal ini mereka yang punya hak milik itu untuk diubah menjadi HGB. Ada dua itu,” jelasnya.

Mahsar mengatakan bahwa Pemkot Mataram tidak ingin memperpanjang persoalan ini, salah satunya terkait kenapa sampai aset tersebut menjadi hak milik dimana seharusnya hanya boleh disewakan.

“Kita tidak melihat ke belakang. Sudah kita lihat ke depan saja. Mungkin ada yang berbuat salah, dianggap selesai, ditutup itu karena sudah ada jalan keluar,” paparnya.

Saat rapat terakhir membahas persoalan ini, Mahsar mengatakan tidak ada pembahasan soal kenapa bisa pengguna ruko memiliki sertifikat aset tersebut. “Waktu rapat itu ndak ada disebut,” ujarnya.

Tim juga lanjutnya tidak akan melanjutkan penelusuran terkait peralihan status aset tersebut. “Kita mau puasa ini, banyak maaf sajalah sudah,” cetusnya.

Rendahnya harga sewa ruko menjadi salah satu atensi tim ini. Mahsar mengatakan telah direkomendasikan agar harga sewa ruko dinaikkan. “Rendahnya harga sewa juga dipermasalahkan dalam arti supaya dinaikkan nanti,” ujarnya.

Terkait rendahnya harga sewa ini, sebelumnya Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, S.Pi mengatakan harga sewa satu unit ruko milik Pemkot Mataram khususnya di Jalan AA Gde Ngurah Cakranegara hanya Rp 3,4 juta per tahun.

Menurutnya nilai ini terlalu murah. Apalagi lokasi ruko cukup strategis, berada di kawasan yang merupakan pusat perdagangan dan jasa di Kota Mataram. Untuk itulah tarif sewa akan ditinjau ulang.

Saat bertemu dengan penyewa ruko April lalu, Alwan mengatakan mereka minta Pemkot Mataram melakukan perbaikan ruko yang sedang mereka tempati tersebut sebelum tarif dinaikkan. (ynt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here