Sri Rabitah : Saya Tidak Berbohong

Mataram (suarantb.com) – Pernyataan pihak RSUP NTB yang membantah pengakuannya membuat emosi Sri Rabitah tersulut. Pasalnya, menurut wanita asal KLU ini ia hanya menyampaikan kembali apa yang disampaikan dokter. Bahwa salah satu ginjalnya sudah tidak ada.

“Saya ndak berbohong, tulisannya ada di sini,” ujarnya sembari menunjukkan bukti hasil rontgen dari pemeriksaan yang dilakukannya pada 21 Februari 2017 di RSUP NTB.

Iklan

Ia menuturkan saat pemeriksaan itu salah seorang dokter memberikan pertanyaan yang menjurus pada dugaan ginjal sebelah kanannya sudah tidak ada.

“Dia bilang ibu pernah jual ginjal atau kayak gimana begitu,” ujarnya menirukan pertanyaan dokter kala itu. “Ndak pernah, saya jawab,” lanjutnya.

Sayangnya hanya sepekan berselang, Rabitah tidak bisa mengingat ciri-ciri dan wajah dokter yang menanyakan pertanyaan tersebut padanya. Dokter ini pula yang menyebutkan dugaan salah satu ginjalnya telah hilang.

“Saya ndak tahu dokter itu dimana, ciri-ciri mukanya sudah lupa. Saya cari tadi itu, mana dokter yang kasih saya penjelasan seperti itu, saya ndak ketemu. Jadi dokter yang saya maksud itu ndak tahu kemana,” jelasnya.

Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUP NTB, dr. Agus Rusdhy yang ditemui menyatakan berdasarkan hasil pemeriksaan pagi tadi, dua ginjal Rabitah masih ada. Ia membantah jika disebutkan ada dokter yang menyatakan ginjal kanan Rabitah hilang.

Terkait pemeriksaan itu, Rabitah membantah telah dilakukan. Ia mengaku pemeriksaan hanya berupa penjelasan hasil rontgen yang telah dilakukan sebelumnya. Tanpa dilakukan pemeriksaan ulang secara menyeluruh.

“Tidak ada pemeriksaan ulang, hanya melihat hasil itu saja. Tidak diperiksa, karena hari ini langsung inap di sini katanya. Besok hari Kamis mau dioperasi,” ungkapnya. Saat pemeriksaan dokter yang ditemuinya menyebut mantan majikannya orang baik.

“Dokter tadi yang bilang, untung saja majikan saya baik katanya. Mau operasi saya, karena ada batu di dekat ginjal saya. Tapi itu dijalani tanpa sepengetahuan saya, saya ndak paham, saya ndak tahu,” katanya.

Rabitah menyayangkan, jika semisal benar demikian yang dilakukan sang majikan, seharusnya ia diberi tahu juga. Dengan demikian ia bisa melakukan kontrol ke rumah sakit atau melakukan perawatan. Meski ia merasa yakin bahwa ia tidak ada riwayat sakit ginjal.

“Katanya juga selang itu untuk perlindungan ginjal saya. Tapi kalau majikan saya kasih tahu saya, pasti saya obati diri saya dari dulu sebelum ginjal saya ini rusak, begitu. Tapi ini ndak bilang apa-apa, saya langsung dipulangin ke kantor,” ceritanya sedih.

Koordinator Pusat Bantuan Hukum Buruh Migran (PBHBM) Muhammad Saleh selaku kuasa hukum Rabitah, menyatakan akan meminta dilakukan pemeriksaan ulang untuk memastikan kondisi ginjalnya. Kesimpangsiuran informasi juga tidak baik bagi psikologis Rabitah sebagai korban.

“Saya kira ini memang penting harus ada pemeriksaan ulang dengan pendampingan kita bersama. Fakta yang kemarin dan dokter yang sebelumnya tidak mengatakan demikian. Saya harap ada pemeriksaan ulang untuk kepentingan kesehatan korban,” pungkasnya. (ros)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here