SPBU Soro Diresmikan, Bupati Optimis Ekonomi Semakin Maju

Bupati Dompu, Kader Jaelani didampingi pimpinan PT Pertaminan Cabang Bima, Direktur PT Rangga Eka Pratama Energi, Wakil Bupati Dompu, Ketua DPRD Dompu, dan Dandim 1614/Dompu menandatangani prasasti peresmian SPBU Soro, Senin, 21 Juni 2021.(Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – SPBU Soro Kempo milik PT Rangga Eka Pratama Energi yang mulai melayani pengisian BBM sejak 31 Mei 2021 lalu diresmikan Bupati Dompu, Kader Jaelani, Senin, 21 Juni 2021. Peresmian yang ditandai penandatanganan prasasti dan pemotongan pita serta pengisian BBM pada mobil dinas Bupati Dompu EA 1 R ini akan menjadi kebangkitan ekonomi masyarakat sekitar.

Pimpinan PT Pertamina Cabang Bima, Raden Tri Wahyu A ikut hadir pada acara peresmian yang didampingi wakil Bupati Dompu, H Syahrul Parsan, ST, MT., Dandim 1614/Dompu, Letkol Inf Ali Cahyono, S.Kom., Ketua DPRD Dompu, Andi Bachtiar, A.Md.Par dan pejabat di lingkup pemda Dompu lainnya. Direktur PT Rangga Eka Pratama Energi, Ir Taksaka Luih juga ikut mendampingi Bupati pada peresmian operasional SPBU Soro.

Iklan

Bupati Dompu, Kader Jaelani saat meresmikan SPBU Soro Kempo menyampaikan, kehadiran SPBU satu harga ini akan menjadi penopang bagi kemajuan perekonomian masyarakat kecamatan Kempo dan sekitarnya. Karena akan mendorong percepatan tumbuh kembangnya berbagai aktivitas perekonomian yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Paling tidak, dengan kehadiran SPBU BBM ini, pemenuhan BBM bagi masyarakat akan lebih dekat dan cepat, serta memudahkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan BBM tanpa harus ke tempat lain yang jauh,” katanya.

Apalagi di Kempo memiliki potensi perikanan, pertanian dan perikanan yang ditandai dengan keberadaan nelayan, petani tanaman pangan, peternakan dan ditunjang dengan keberadaan pelabuhan Soro Kempo. Pelabuhan ini menjadi satu – satunya pelabuhan milik pemerintah daerah (Pemda) Dompu dan kedepannya akan dioptimalkan sebagai pintu masuk dan keluar barang dan jasa. Di sekitar pelabuhan juga terdapat lahan yang kosong untuk pengembangan pelabuhan, baik untuk gudang dan lainnya. “Upaya pemerintah dengan program Jara Pasaka menuju masyarakat Dompu yang Mashur bisa diwujudkan melalui kecukupan bahan bakar guna mendukung distribusi barang dan jasa ke seluruh wilayah kabupaten Dompu,” kata Bupati.

Sesuai arahan presiden, kebijakan BBM satu harga bisa membantu menumbuhkan ekonomi dan memperbaiki kesejahteraan, terutama bagi masyarakat di kecamatan Kempo. Selain itu, SPBU juga diharapkan dapat menumbuh kembangkan usaha mikro dan industri kecil menengah di kecamatan Kempo dan sekitarnya. Sehingga dapat merangsang jumlah kunjungan dan meningkatkan mobilitas masyarakat. “Saya mengajak kepada semua pihak untuk ikut menjaga dan merasa memiliki keberadaan aset penting ini, sehingga pelayanan kebutuhan BBM dapat berkesinambungan,” harapnya.

Pimpinan PT Pertamina Cabang Bima, Raden Tri Wahyu A dalam sambutannya menyampaikan rasa syukurnya karena beroperasinya SPBU Soro. Keberadaan SPBU satu harga ini menjadi komitmen Pertamina sebagai manifestasi dari visi kami untuk terus menyalurkan energi hingga ke pelosok negeri dan merupakan perintah langsung Presiden melalui Kementerian ESDM untuk menunjuk titik – titik yang memang dibutuhkan pasokan BBM untuk menunjang ekonomi serta membangun daerah-daerah yang dinilai perlu adanya pasokan BBM.

Selain itu, keberadaan SPBU agar bisa menampung tenaga kerja dan akan membangun ekonomi sekitar masyarakat serta bisa mendukung adanya kegiatan – kegiatan komersial lainnya seperti misalnya ada minimarket, ada fasilitas ATM dan lainnya.

PT Pertamina juga bekerjasama dengan Kementrian Dalam Negeri sebagai bentuk komitmen memperluas jaringan penyaluran BBM melalui program pertashop. Untuk program ini, biayanya lebih murah dibandingkan SPBU dan di Dompu akan ada sekitar 4 – 6 lokasi. “SPBU ini bisa mendukung segala aktivitas ekonomi masyarakat dan membangun Kabupaten Dompu,” katanya.

Direktur PT Rangga Eka Pratama Energi, Ir Taksaka Luih usai acara peresmian SPBU Soro mengatakan, kehadiran pihaknya dengan SPBU semata – mata untuk membantu masyarakat dalam penyiapan BBM satu harga dan membantu program pemerintah. “Kami masuk (mengurus ijin pendirian SPBU) karena awalnya tidak ada yang mau (mendirikan SPBU). Tapi setelah kami masuk (dapat ijin), baru mau,” ungkapnya.

Pada tahap awal operasional SPBU Soro, kata Taksaka Luih, pihaknya dibatasi dalam penjualan BBM hanya 1 ton per hari untuk jenis solar maupun premium. Kuota yang terbatas ini belum mampu memenuhi kebutuhan nelayan, petani maupun jasa angkutan. “Kuota yang ada ini belum mampu (keuntungannya) untuk menggaji karyawan. Kita berharap ada tambahan kuota kedepannya,” katanya. (ula/*)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional