SPAM Sumur Tutuq Diklaim Mampu Atasi Krisis Air Bersih di Enam Desa

Makrifatullah (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Kehadiran Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sumur Mata Air Tutuq yang terdapat di Desa Pemongkong, Jerowaru mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat akan kebutuhan air bersih. Pasalnya, enam desa di Kecamatan Jerowaru dapat menikmati ketersediaan air bersih secara normal. Tersisa enam desa karena pembangunan SPAM tersebut memiliki target 12 desa untuk pemenuhan kebutuhan air bersih.

Sebagaimana disampaikan, Kepala Bidang Cipta Karya pada Dinas PUPR Lotim, Makrifatullah, bahwa pembangunan SPAM mata air Tutuq Desa Pemongkong Kecamatan Jerowaru didasari karena terjadinya krisis air bersih di 12 desa. Saat ini kehadirannya sudah mampu mengairi 6 desa yaitu Desa Pare Mas, Pemongkong, Sekaroh, Seriwe, Kuang Rundun dan Ekas Buana berdasarkan elevasinya dan bukan dilihat dari debit.

Sementara melihat debit yang ada, SPAM Tutuq hanya mampu dialokasikan ke beberapa desa yang dekat dengan Sumur Tutuq seperti Desa Pemongkong, Paremas, Sekaroh dan Seriwe, sehingga posisi sumur mata air Tutuq hanya menambah debit pada reservoar Pemongkong yang hanya dimanfaatkan oleh empat desa tersebut.

Untuk pengelolaannya SPAM ini sudah dihibahkan ke PDAM Lotim, desa-desa yang akan didistribusikan air bersih diserahkan sepenuhnya ke PDAM. PDAM kemudian mengatur alirannya berdasarkan debitnya. Apalagi posisi sumur Tutuq tersebut sangat membantu PDAM untuk menambah debit yang terdapat di reservoar Desa Pemongkong.

Ke depan belasan desa yang menjadi target pemenuhan kebutuhan air bersih di Kecamatan Jerowaru saat ini terus dicarikan solusinya. Salah satunya dengan menggali sumber-sumber mata air yang debitnya besar. Bupati Lotim, katanya, sudah membuka sumber mata air Raden Soedjono di Tete Batu dengan debit air 50 liter per detik. Di sisi lain, Cipta Karya memiliki anggaran untuk memanfaatkan beberapa sumber mata air uuntuk menambah debit mata air tersebut. (yon)