Sosialisasi Vaksin Harus Lebih Masif

Ahmad Azhari Gufron. (Suara NTB/dok)

Anggota Komisi III DPRD Kota Mataram, Ahmad Azhari Gufron, S.Si., mengkritisi minimnya sosialisasi terkait vaksinasi Covid-19 yang dilakukan oleh Pemkot Mataram. Dinas Kominfo Kota Mataram selaku OPD teknis yang bertugas memberikan informasi kepada masyarakat, mestinya lebih masif mengedukasi masyarakat. Sebab ada kesan, pemerintah meminta masyarakat untuk mau divaksin tanpa dibarengi dengan sosialisasi apa dan bagaimana dampak vaksinasi itu.

“Kita minta Diskominfo melakukan sosialisasi soal bahaya vaksin ini apa. Itu yang kita tegaskan karena vaksin ini kan masih simpang siur di masyarakat,” ungkapnya kepada Suara NTB melalui sambungan telepon, Senin, 18 Januari 2021. Dalam kunjungan Komisi III ke Dinas Kominfo pekan kemarin, Gufron menyoroti ada empat hal yang wajib menjadi sosialisasi Diskominfo. Pertama, tentang keamanan dan manfaat vaksin. Masyarakat harus diberikan penjelasan seluas luasnya agar mereka mempunyai keinginan untuk melakukan vaksin.

Iklan

Kedua, lanjut Gufron, adalah terkait fatwa yang dikeluarkan MUI (Majelis Ulama Indonesia) agar segera disebarluaskan bahwa vaksin itu halal. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi perdebatan di masyarakat bawah. “Yang ketiga, masalah tentang vaksin ini apabila dilakukan sebanyak dua kali, kapan waktunya dan bagaimana model pemberiannya. Ini perlu dijelaskan supaya tidak terjadi miskomunikasi di masyarakat. Karena masyarakat tahunya hanya sekali dan kalau dua kali bagaimana,” ujar politisi PAN ini.

Yang keempat adalah tentang KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi). Menurut Wakil Ketua PATELKI (Persatuan Teknologi Laboratorium Klinik Indonesia) Kota Mataram ini, KIPI ini perlu dijelaskan karena gejala yang timbul bisa berbeda beda tergantung kondisi pasien. “Ini yang kami soroti supaya Diskominfo sebagai garda terdepan untuk sosialisasi kepada masyarakat,” katanya. Gufron tidak menampik masih minimnya sosialisasi soal vaksin kepada masyarakat. Oleh karena itu, Komisi III mendorong Diskominfo untuk memaksimalkan sosialisasi melalui berbagai macam media.

“Imbauan untuk vaksin itu belum terasa. Diskominfo sebagai OPD yang menangani itu kami harapkan mampu mengedukasi semua OPD yang ada di Kota Mataram untuk melakukan sosialisasi yang masif, bahwa vaksin ini perlu dan sangat dibutuhkan pada saat ini. Supaya tidak terjadi keresahan di masyarakat. Makanya Diskominfo ini harus mengambil peran,” demikian Gufron. (fit)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional