Sosialisasi Soal Corona, Danrem Kerahkan Seluruh Babinsa

Ahmad Rizal Ramdhani. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Seluruh Babinsa di NTB dikerahkan untuk penanganan virus Corona (Covid-19). Babinsa memberi imbauan protokol kesehatan. Sebagai ujung tombak, Babinsa mendeteksi dini warga yang berpotensi terjangkit virus Corona.

‘’Mereka (Babinsa) tidak pernah lelah. Sambil patroli mereka sampaikan imbauan,’’ terang Danrem 162/WB, Kol.CZI. Ahmad Rizal Ramdhani dalam acara Dialog Interaktif di Radio Global FM Lombok, Jumat, 27 Maret 2020.

Sosialisasi dimulai sepekan yang lalu. Bersama Bhabinkamtibmas Polri, Kades, dan lurah. Memanfaatkan semua fasilitas yang ada, baik itu ambulans, sepeda motor, jalan kaki, bahkan berkeliling desa dengan cidomo.

“Jadi kami mohon dengan hormat agar imbauan itu dipatuhi. Khususnya stay at home, tinggal di rumah, tidak usah keluyuran. Memang masih ada sebagian kecil yang kurang patuh,” kata Rizal.

Tak hanya masyarakat, PNS TNI AD pun diminta tinggal di rumah. ‘’Bukan diliburkan. Nah ini bukan di rumah dia malah keluyuran,’’ ucapnya.

Imbauan tinggal di rumah tentunya memengaruhi kehidupan masyarakat. Utamanya yang menggantungkan pencaharian dengan bekerja sebagai buruh. Dalam rapat Forkopimda, Danrem mengatakan skema bantuan sudah dibahas.

‘’Akan dibuatkan bantuan beras. Satu KK selama 15 hari akan mendapat 15 Kg. Rencananya begitu untuk masyarakat yang di bawah standar ketika kondisi semakin memburuk. Ini baru rencana. Konsepnya seperti itu,’’ papar Rizal.

Imbauan itu agar ditaati masyarakat. Bukan tanpa alasan. Sebab, pemerintah, kata dia, sudah bekerja sekuat tenaga. Dalam hal pencegahan, kotak disinfektan kini sudah terpasang di titik masuk perlintasan.

Enam kotak disinfektan di Lombok International Airport, Praya, Lombok Tengah. Dua kotak di terminal keberangkatan. Empat kotak di terminal kedatangan. Demikian juga di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat.

Penyemprotan disinfektan juga masif di lokasi-lokasi keramaian. Antara lain jalan protokol, pasar tradisional, terminal, bandara, dan pelabuhan. Selain itu, alat pelindung diri sebanyak 500 set sudah didatangkan dan disebar ke fasilitas kesehatan.

Opsi penguncian wilayah atau lockdown belum masuk pembahasan. Pengajuannya pun berjenjang panjang. Dibahas dulu di DPRD, diajukan ke gubernur, kemudian dievaluasi Presiden RI. Itu pun jika disetujui. ‘’Kita berupaya semaksimal mungkin. Tidak ada lockdown,’’ ucap Rizal.

Danrem menekankan untuk memaksimalkan pencegahan, maka protokol kesehatan Covid-19 wajib disiplin diterapkan. Mulai dari menjaga jarak minimal 1-2 meter, tidak berkumpul, menerapkan etika batuk dan bersin, serta rajin cuci tangan dengan sabun minimal 20 detik atau mencuci tangan dengan sarana sanitasi.

‘’Resepsi saja sekarang kan sudah dilarang. Jadi jangan kumpul-kumpul. Kita yakinkan masyarakat ikuti imbauan. Sisanya berdoa pada Yang Maha Kuasa.  Itu yang paling utama,” pungkas Rizal. (why)