Sosialisasi Program Pengendalian Penduduk di Desa Montong Gamang, Pengendalian Penduduk untuk Wujudkan Bangsa yang Berkualitas

Kepala Perwakilan BKKBN NTB, Dr. Drs. Lalu M. Makripudin, M.Si saat memberikan sambutan

DALAM rangka mengendalikan jumlah penduduk khususnya di Provinsi NTB, Perwakilan BKKBN NTB bersama mitra terus menggencarkan sosialisasi program pengendalian penduduk. Kali ini kegiatan berlangsung di Yayasan PP Madinatul Ulum NW Mumbang Desa Montong Gamang, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah (Loteng). Kegiatan berlangsung, Kamis (15/11) lalu.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB Dr.Drs. Lalu Makripuddin, M.Si, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Hj. Ermalena, MHS serta sejumlah mitra kerja lainnya. Hadir pula ratusan peserta sosialisasi yang sangat antusias mendengarkan pemaparan dari para narasumber.

Iklan

Kepala Perwakilan BKKBN NTB, Dr. Drs. Lalu M. Makripuddin, M.Si dalam kesempatan itu mengungkapkan bahwa penduduk yang berkualitas merupakan aset bangsa. Untuk itu, sudah saatnya masyarakat peduli terhadap kehidupan anak-anaknya mulai dari asupan gizi, kesehatan hingga pendidikan anak.

“Anak-anak yang dididik saat ini adalah generasi penerus bangsa sehingga harus dirawat, dijaga dan diberikan pendidikan yang terbaik. Mereka adalah aset bangsa,” katanya.

Salah satu cara untuk mewujudkan penduduk yang berkualitas yakni mencegah kasus pernikahan usia dini. Selain itu, semua kehamilan direncanakan, mengatur jarak kelahiran dan lainnya. Hal tersebut tidak hanya dilakukan oleh ibu-ibu, melainkan juga oleh para suami. Ketika istri sedang hamil, maka para suami harus lebih banyak memberi perhatian sehingga membuat istri semakin nyaman dan tenang.

Program pemerintah lainnya yang sedang digencarkan adalah penurunan angka kematian ibu dan bayi. Kematian ibu melahirkan bisa dikurangi atau dicegah dengan mencegah empat “terlalu”. Yang pertama jangan terlalu muda melahirkan, kedua jangan terlalu tua melahirkan, ketiga jangan terlalu dekat jarak melahirkan, serta yang terakhir jangan terlalu banyak melahirkan.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Dra. Hj. Ermalena, MHS, mengungkapkan jumlah penduduk di Provinsi NTB terus meningkat. Karena itulah pengendalian penduduk menjadi agenda yang penting dilakukan oleh pemerintah. Sebab jika penduduk terus bertambah, orang orang akan berebut tempat. Fasilitas umum dan kawasan hutan banyak yang menjadi kawasan pemukiman.

Ia mengatakan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB berada pada urutan ke-29 secara nasional. Namun angka tersebut ditetapkan sebelum terjadi bencana gempa bumi,” Seteleh gempa bumi ini, kita berharap IPM yang diukur dari kualitas kesehatan, pendidikan dan ekonomi masyarakat tidak akan merosot lagi,” katanya.

Untuk itulah, untuk terus meningkatkan IPM NTB yang diiringi dengan berkualitas SDM, dia meminta kepada orang tua untuk tidak menikahkan anak-anaknya di bawah umur. Melainkan lebih fokus kepada pemenuhan hak-hak anak.

“Masih kecil belum bisa merawat anak” tambahnya. Ia menekankan agar kualitas masyarakat harus diperhatikan. Salah satunya dengan cara jangan membuat anak putus sekolah. Karena pendidikan menjadi elemen yang sangat penting untuk memperbaiki kualitas diri dan keluarga.

Menurutnya,  NTB harus menjadi provinsi yang melahirkan generasi-generasi hebat. “Perubahan menjadi lebih baik hanya bisa dilakukan oleh diri sendiri dan mempersembahkan generasi-generasi hebat dan cerdas untuk membangun bangsa,” tegasnya.

Di akhir kegiatan, Kepala Perwakilan BKKBN NTB, bersama Wakil Ketua Komisi IX DPR RI memberikan bantuan dan doorprize kepada  masyarakat yang hadir. (ris/*)