Sosialisasi Program Pengendalian Penduduk di Apitaik, Penduduk Berkualitas Merupakan Aset Bangsa

Kepala Perwakilan BKKBN NTB, Dr. Drs. Lalu M. Makrifudin saat memberikan sambutan

Selong (Suara NTB) – Dalam rangka mengendalikan jumlah penduduk khususnya di provinsi NTB, Perwakilan BKKBN NTB terus menggencarkan sosialisasi program pengendalian penduduk bertempat di Ponpes Al Wustho Dasan Tapen, Desa Apitaik Kecamatan Pringgabaya, Minggu (11/10). Program yang dilaksanakan BKKBN NTB bersama mitra kerja yakni Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Dra. Hj. Ermalena, MHS. Pengendalian penduduk penting dilakukan dalam upaya mewujudkan penduduk yang berkualitas.

Kepala Perwakilan BKKBN NTB, Dr. Drs. Lalu M. Makrifuddin mengungkapkan bahwa penduduk yang berkualitas merupakan aset bangsa. Untuk itu, sudah saat ini masyarakat saat ini peduli terhadap kehidupan anak-anaknya mulai dari asupan gizi, kesehatan hingga pendidikan anak. Anak-anak yang dididik saat ini, katanya, merupakan generasi penerus bangsa sehingga harus dirawat, dijaga dan diberikan pendidikan yang terbaik. Pasalnya, anak maupun penduduk yang berkualitas merupakan aset bangsa.

Iklan

Yang paling utama harus dilakukan untuk mewujudkan penduduk yang berkualitas yakni meminimalisir kasus pernikahan dini. Semua kehamilan direncanakan, mengatur jarak dan lainnya. Hal tersebut tidak hanya dilakukan oleh ibu-ibu, melainkan juga oleh laki-laki. Ketika istri sedang hamil, maka laki-laki harus lebih banyak berada di rumah sehingga membuat istri semakin nyaman dan tenang.

Kepala DP3AKB Kabupaten Lotim, H. Suroto, SKM, M.Kes menjelaskan bahwa dalam mencegah pernikahan usia anak. Baik pengendalian penduduk maupun program KKBPK atau KB. Di mana intinya ada upaya pendewasaan usia perkawinan bagi semua anak dan remaja khususnya di Lotim. Bagi yang sudah kawin harus merencanakan kehamilan dan jumlah anak dengan baik sesuai kemampuan dan sesuai anjuran pemerintah.

Apabila menunda usia kawin, ikut program KB dengan merencanakan dan mengatur jumlah anak bagi yang sudah berkeluarga. Maka langkah tersebut dapat menekan jumlah kasus KDRT/KTPA dan PHA. Termasuk dengan menyuarakan program perlindungan anak mulai dari tingkat dusun, desa/kelurahan, kecamatan hingga ke tingkat kabupaten serta aktif melakukan berbagai bentuk advokasi berbasis data dan fakta kepada penentu kebijakan di semua tingkatan, terutama dukungan dana desa.

Direktur Analisis Dampak Kependudukan BKKBN Pusat, Taruna, mengharapkan supaya kualitas perempuan menjadi salah satu bagian terpenting yang harus ditingkatkan. Alasanya karena perempuan memiliki peran yang sangat penting di dalam meningkatkan kualitas anak-anaknya mulai dari mengandung, melahirkan, menyusui, merawat hingga ia tumbuh dewasa dan bekerja. “Ketika perempuan itu cerdas, Insha Allah anak yang dirawat dan dididiknya cerdas,” ujarnya. Sementara fakta saat ini, katanya, banyak perempuan yang tidak ingin menyusui anaknya dengan memberikan ASI sebagaimana aturan dan ketentuan yang seharusnya. Sehingga itu menyebabkan tingkat kecerdasan anaknya kurang maksimal. Selain itu, ia mengimbau kepada ibu-ibu untuk terus bersemangat dan belajar terkait perkembangan teknologi saat ini. Langkah itu penting dilakukan untuk menjawab kebutuhan anak-anaknya. “Ibu-ibu juga jangan berhenti belajar. Anak-anak saat ini sangat berani untuk bertanya, jadi seorang ibu dan orang tua harus bisa menjawab pertanyaan anak,” pesannya.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Dra. Hj. Ermalena, MHS, mengungkapkan jumlah penduduk di Kabupaten Lotim sekitar 1,3 juta jiwa dan IPM NTB berada pada urutan ke-29 sebelum gempa berdasarkan penilaian mulai dari sektor ekonomi, kesehatan, pendidikan. Untuk itu, untuk terus meningkatkan IPM NTB yang diiringi dengan berkualitas SDM. Dia meminta kepada orang tua untuk tidak menikahkan anakanaknya di bawah umur. Melainkan lebih fokus kepada pemenuhan hak-hak anak. Terpenting saat ini, katanya, kualitas anak harus diperhatikan untuk menjadi anak hebat dan dalam mewujudkan itu tidak ada yang tidak bisa selama ada kemauan. NTB harus menjadi daerah yang melahirkan generasi-generasi hebat. “Perubahan menjadi lebih baik hanya bisa dilakukan oleh diri sendiri dan mempersembahkan generasi-generasi hebat dan cerdas untuk membangun bangsa,” tegasnya.

Diakhir kegiatan, Kepala Perwakilan BKKBN NTB, bersama Wakil Ketua Komisi IX DPR RI memberikan bantuan dan doorprize terhadap Ponpes Al Wustho Dasan Tapen Desa Apitaik Kecamatan Pringgabaya beserta masyarakat yang hadir. Bantuan dan doorprize yang diberikan berupa kulkas, laptop, kipas angin, sound system, kompor gas dan sejumlah dorprize lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat. (yon/*)