Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, HMS Kunjungi Salah Satu Ponpes Tertua di Loteng

Praya (Suara NTB) – Anggota DPR RI dari Dapil NTB, H. M. Syafrudin, ST, MM alias HMS, Kamis, 17 November 2016 mengunjungi Ponpes Nurussabah, Desa Batunyala, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah (Loteng). Di Ponpes yang merupakan salah satu Ponpes tertua di Loteng itu, HMS menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan.

Di lokasi, HMS disambut ratusan santri Ponpes Nurussabah, juga Pimpinan Ponpes Nurussabah, TGH. Samsul Hadi. Bersama HMS, hadir pula Kepala Biro Persidangan MPR RI, H. M. Rizal. Dalam sambutannya, TGH. Samsul Hadi memberikan apresiasi atas kesigapan HMS dalam merespon permintaan masyarakat yang ingin berdialog dengannya.

Iklan

Samsul Hadi menuturkan, ia awalnya sama sekali tidak pernah bertemu atau mengenal HMS secara langsung. “Selama ini hanya lewat spanduk dan baliho saja,” ujarnya. Dari salah seorang staf HMS, ia kemudian diminta bersurat ke DPR RI agar HMS bisa menggelar kegiatan di Ponpes tersebut. Setelah bersurat, hanya dalam beberapa hari berselang, HMS kemudian hadir di Ponpes Nurussabah dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan.

“Hanya (berselang) satu Minggu direspon. Kebetulan agenda beliau kosong, jadi kita langsung ditanggapi. Alhamdulillah,” ujarnya.

TGH. Samsul Hadi mengungkapkan, Ponpes Nurussabah merupakan salah satu Ponpes tertua di Loteng. Ponpes ini didirikan pada 1946 oleh TGH. Muhammad Soleh. Namun, rintisan dari Ponpes ini sudah dimulai oleh ayah dan kakek dari TGH. Muhammad Soleh sendiri. “Jadi sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda, dulu santren istilahnya,” tutur Samsul Hadi.

Dari TGH. Muhammad Saleh, pengelolaan Ponpes ini kemudian diwariskan kepada TGH. Muhammad Muhsin yang tak lain merupakan ayah dari TGH. Samsul Hadi. “Saya ini generasi keempat. Dan santri-santri yang sekolah di sini adalah cucu dan anak-anak dari alumnus Ponpes generasi pertama dulu,” ujarnya.

Samsul Hadi berharap, keberadaan HMS sebagai salah seorang wakil rakyat NTB bisa mendatangkan manfaat yang besar bagi masyarakat. Khususnya, bagi Ponpes Nurussabah. “Harapan saya, komunikasi kami dengan Pak Syafrudin bisa berlanjut, mudah-mudahan beliau bisa bermanfaat lebih banyak kepada pondok ini,” tandasnya.

Kepada wartawan, HMS menegaskan, kunjungannya ini memang menjadi kewajiban pihaknya selaku wakil rakyat. “Ketika masyarakat membutuhkan kehadiran wakil rakyatnya, ya kita datang. Ini adalah yang kesekian kalinya di dalam masa sidang sekarang. Insya Allah di waktu mendatang juga akan terus kita gelar, untuk generasi muda dan masyarakat di Nusa Tenggara Barat,” ujarnya.

HMS menegaskan, Ponpes merupakan salah satu lembaga penting yang menyangga kehidupan masyarakat di NTB, khususnya di Pulau Lombok yang merupakan Pulau Seribu Masjid. Untuk memaksimalkan fungsi Ponpes, ia menegaskan pentingnya dukungan infrastruktur dan peningkatan kualitas SDM Ponpes. Di satu sisi, banyak lulusan Ponpes di NTB yang menimba ilmu di Mesir dan negara-negara Timur Tengah lainnya. Namun, di sisi lain, masih banyak pula tenaga guru di Ponpes yang kualitas kesejahteraannya masih memprihatinkan.

“Keduanya harus kita perhatikan. Yang sudah mendapatkan pendidikan di negara maju, kita bisa ajak untuk kembali mengabdikan diri di Ponpes. Sementara untuk guru swasta, perlu kita pikirkan kesejahteraannya,” pungkas HMS. (aan/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here