Sosialisasi Aplikasi Sippaman, Bangun Komitmen dan Kepedulian Pelaporan Kasus Kekerasan

Sejumlah operator dari masing – masing kelurahan di Kota Mataram mengikuti sosialisasi aplikasi Sippaman. Aplikasi ini diharapkan meningkatkan komitmen dan kemudahan pelaporan kasus kekerasaan terhadap perempuan dan anak. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram pekan kemarin mensosialisasikan aplikasi sistem informasi dan perlindungan perempuan dan anak Mentaram (Sippaman). Kegiatan ini diharapkan dapat membangun komitmen dan kepedulian pelaporan terhadap kekerasaan perempuan dan anak.

Kepala DP3A Kota Mataram, Dra. Hj. Dewi Mardiana Ariany menjelaskan, sosialisasi aplikasi Sistem Informasi dan Perlindungan Perempuan dan Anak Mentaram ditargetkan para operator di kelurahan. Tujuannya adalah dalam rangka meningkatkan pemahaman dalam melakuan pengaduan kekerasaan perempuan dan anak.

Iklan

Sejauh ini, masyarakat masih sedikit berani melaporkan kekerasaan yang dialami. Hal ini disebabkan karena terbatasnya akses informasi yang dimiliki. “Kita harapkan melalui aplikasi Sippaman ini, para operator mensosialisasikan ke masyarakat,” kata Dewi dalam keterangan tertulisnya.

Kegiatan ini lanjut Dewi, difokuskan pada peningkatan keterampilan kemampuan operator dalam melakukan pengaduan dan menginput data kekerasaan. Sehingga, para operator di masing – masing kelurahan memahami cara kerja sistem pelaporan berbasis online serta membantu mengedukasi masyarakat, supaya mempermudah korban atau keluarga korban dalam melapor. “Identitas pelapor dirahasikan,” ujarnya.

Dia memahami sebagian masyarakat takut melaporkan kekerasaan yang dialami. Pasalnya, stigma akan muncul di masyarakat. Tetapi kekerasaan terhadap perempuan dan anak tidak dibenarkan.

Oleh karena itu, pihaknya memberikan kemudahan kepada siapa saja untuk melaporkan kejadian atau kasus kekerasaan yang terjadi di masyarakat. “Nanti ada panduan cara melaporkan kasus kekerasaan itu,” tandasnya.

Karena itu, ia mengharapkan dari sosialisasi tersebut dalam membangun komitmen, perhatian dan kepedulian terhadap pentingnya pengaduan yang cepat khususnya terkait dengan kekerasaan terhadap perempuan dan anak. Selain itu, mempermudah pengaduan dan pelaporan data kekerasaan secara sistematis berbasis aplikasi. “Kami juga ingin meningkatkan pemahaman operator dan masyarakat tentang aplikasi Sippaman ini,” demikian kata Dewi. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional