Sopir Travel Terduga Perampok WNA Dibekuk Polisi

Mataram (suarantb.com) – Sat Reskrim Polres Mataram berhasil menangkap seorang sopir travel diduga melakukan perampokan terhadap warga negara asing (WNA), Selasa, 15 November 2016 kemarin. Pelaku diketahui berinisial ZA alias Zen (42).

Kasat Reskrim Polres Mataram, AKP. Kiki Firmansyah, SIK melalui KBO Sat Reskrim Polres Mataram, Ipda Remanto, SH menjelaskan kronologis kejadian. Kejadian bermula ketika pelaku mengantarkan dua WNA asal Belanda, dari Bangsal, Kabupaten Lombok Utara (KLU) menuju Kute, Lombok Tengah.

Iklan

“Berawal pada hari Senin, korban meminta jasa travel di wilayah Bangsal untuk diantar ke Kute, tapi begitu sampai di Gunung Sari, salah satu korban menanyakan di mana tempat membeli tiket pesawat dari Lombok ke Jakarta. Pelaku mengatakan ada di Bidy Tour,” ungkap Remanto di Mapolres Mataram, Rabu, 16 November 2016.

Namun, ketika kedua WNA usai menanyakan tiket di Bidy Tour Ampenan, terjadi kesalahpahaman antara pelaku dan korban. Korban melihat tas miliknya yang ada di dalam mobil dalam kondisi berantakan. Sehingga kedua korban menuding pelaku mencuri barang-barang dalam tasnya.

“Pelaku kemudian tidak terima. Pelaku kemudian mengancam korban dengan berkata ‘kamu telah menuduh saya mencuri barang-barangmu. Coba kamu periksa barang-barangmu yang hilang. Kalau ada saya ganti. Ini ada mobil saya. Ini negara saya, ini kampung saya. Keluarga saya banyak. Kamu akan saya laporkan ke kantor polisi’ katanya pada korban,” ujar Remanto memperagakan ucapan pelaku pada korban.

Pelaku mengancam korban dengan menggunakan sebuah batang kayu. Korban yang ketakutan akhirnya meminta maaf pada pelaku. Namun, pelaku meminta uang damai berjumlah Rp 15 juta. “Korban akhirnya mengambil uang pada ATM Bank Mandiri Ampenan, ATM Bank Mandiri Cakranegara, dan ATM Bank BCA Cakranegara,” jelasnya.

Kedua WNA tersebut kemudian melaporkan pelaku pada Polres Mataram. Sehingga aparat melakukan penangkapan terhadap pelaku di Dusun Karang Bedil, Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, KLU.

“Pelaku juga residivis dalam kasus pencurian. Kami berhasil menyita uang sebanyak Rp 6 juta dari Rp 15 juta milik korban. Menurut pelaku, uang Rp 5 juta habis digunakan untuk minum-minum di Senggigi, dan Rp 10 jutanya digunakan untuk membeli motor.

“Namun sebelum motor datang, kami berhasil menyita uang tersebut,” bebernya.

Pelaku kini dijerat pasal 365 ayat (1) KUHP tentang pencurian disertai kekerasan, dengan ancaman pidana maksimal 9 tahun. (szr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here