Somasi Pertanyakan Kasus Mengendap di Kejati NTB

Mataram (Suara NTB) – Perkembangan  sejumlah kasus korupsi di Kejaksaan Tinggi NTB dipertanyakan. Sebab hingga triwulan ketiga, dari sejumlah kasus  yang ditangani, hanya dugaan korupsi merger PT. Bank BPR yang naik ke penyidikan. Selebihnya  belum jelas.

Menyikapi hal ini, Solidaritas Masyarakat untuk Transparansi (Somasi) NTB  akan bersurat ke Kejaksaan untuk menanyakan kejelasan sejumlah kasus dimaksud.

Iklan

“Sebagai masyarakat sipil, kami memiliki kewajiban dan partisipasi aktif dalam memantau semua kasus yang ditangani Kejaksaan,” kata peneliti hukum Somasi NTB, Johan Rahmatullah, SH.,MH kepada Suara NTB, Senin, 7 Mei 2018.

Tidak hanya mempertanyakan, Somasi mempersiapkan surat untuk mempertanyakan secara tertulis sejumlah perkembangan kasus itu.  Pedoman sesuai dengan Pasal 9 ayat 2 huruf b jo Pasal 18 Undang Undang No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“Somasi NTB akan bersurat ke Kejaksaan Tinggi NTB untuk meminta informasi berkaitan dengan perkembangan kasus-kasus dugaan korupsi yang ditangani. Tidak saja tahun 2016 – 2017, tapi sejak lima tahun terakhir.  Kami punya catatannya,” jelasnya

Pengamatannya, memang  ada upaya Kejati NTB memaparkan kinerja penanganan kasus korupsi sampai eksekusi website www.kejati-ntb.info. Isinya laporan tahunan kinerja Kejati Tahun 2017, dimana menyebutkan jumlah kasus-kasus yang telah berhasil diselesaikan, baik  dalam penyelidikan, penyidikan maupun kasasi.

“Ini patut untuk diapresiasi. Akan tetapi dalam website tersebut tidak menyebutkan secara jelas dan spesifik kasus-kasus apa saja ditangani,’’ katanya.

Dikonfirmasi   Senin, 7 Mei 2018 kemarin terkait  kasus-kasus terindikasi mengendap ini, juru bicara Kejati NTB, Dedi Irawan, SH.,MH enggan berkomentar. Katanya, sesuai SOP internal, pihaknya tidak akan menjelaskan kasus yang masih tahap penyelidikan. (ars)