Soal Tersangka Lain di Kasus BPR, Jaksa Tunggu Fakta Persidangan

Mataram (Suara NTB) – Pemberkasan kasus merger PT. Bank BPR sudah tuntas. Kini berkas sudah dilimpahkan ke  Jaksa Penuntut Umum (JPU)  untuk tahap pertama. Jika berkas lengkap, dua tersangka Ihw dan Mtw segera diadili. Sementara mengenai kemungkinan tersangka lain, jaksa menunggu perkembangan di persidangan.

Proses tahap satu ini dilakukan setelah jaksa penyidik merampungkan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Termasuk memeriksa saksi ahli yang diajukan tersangka. ‘’Berkasnya sudah kita limpahkan tahap satu. Kalau lengkap, kita siapkan ke tahap dua untuk disidangkan,” kata  Aspidsus Kejati NTB Ery Ariansyah Harahap, Rabu, 18 April 2018.

Iklan

Aspidsus menjelaskan, jaksa penyidik tinggal menunggu hasil telaah JPU terkait berkas perkara yang dilimpahkan itu. Jika berkas perkara dinyatakan lengkap, penyidik akan mengambil langkah selanjutnya. Yakni  melimpahkan tersangka dan barang bukti ke JPU atau proses tahap dua untuk segera disidangkan.

‘’Kalau sudah P21 atau dinyatakan lengkap, langsung kita tahap dua. Perkiraan waktunya dalam waktu dekat ini,’’ ujarnya.

Mengenai kemungkinan penambahan tersangka lainnya, kata Ery, peluang tersebut tetap terbuka. Hanya saja, bukan dalam proses penyidikan. Tetapi, jaksa menunggu seperti apa fakta yang akan muncul dalam persidangan nanti.

‘’Tetap ada peluang itu, tapi kita lihat nanti fakta persidangannya seperti apa,’’ terang Ery.

Dalam kasus ini, kejaksaan telah menetapkan dua tersangka, yakni mantan Ketua Tim Konsolidasi merger BPR Ikh dan mantan Wakil Ketua Tim Mtw. Keduanya diduga menyalahgunakan kewenangan dalam pengelolaan dana oleh tim penggabungan dan perubahan PD BPR ke PT BPR tahun 2016.

Mereka disangka dengan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 Jo Pasal 64 KUHP. (ars)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional