Soal Sampah hingga Layanan Kesehatan Dikeluhkan Warga

Mataram (Suara NTB) – Para anggota DPRD NTB dari Daerah Pemilihan NTB I secara resmi telah menggelar reses untuk menghimpun aspirasi masyarakat yang diwakilinya. Dalam daftar aspirasi yang telah dihimpun, sejumlah persoalan mencuat ke permukaan. Diantaranya adalah terkait penanganan sampah dan layanan kesehatan pada Puskesmas yang ada di Kota Mataram.

Persoalan-persoalan tersebut terungkap dalam dokumen hasil reses yang diserahkan para Anggota DPRD NTB Dapil I kepada pimpinan DPRD NTB, dalam rapat paripurna penyampaian laporan hasil reses, Rabu, 2 November 2016.

Iklan

Laporan hasil reses dari para wakil rakyat NTB Dapil Kota Mataram itu diserahkan melalui H. MNS. Kasdiono, SH, sebagai perwakilan mereka. Dalam dokumen yang diserahkan, terdapat sejumlah usulan dan harapan dari warga Kota Mataram yang dihimpun saat reses.

Diantaranya adalah, permohonan bantuan usaha untuk para ibu pedagang bakulan dan usaha masyarakat. Selain itu, terdapat pula permohonan bantuan untuk renovasi sejumlah Masjid. Beberapa diantaranya adalah Masjid Baiturrahman di Lingkungan Moncok Karya, Masjid Darul Fakhur, Lingkungan Dasan Sari, Kecamatan Ampenan dan Masjid Merdeka, Lingkungan Babakan Timur, Kecamatan Sandubaya.

Masalah sampah berulangkali mencuat dalam usulan dan harapan warga Kota Mataram. Persoalan sampah, dianggap masih menjadi problem yang mengganggu masyarakat Kota Mataram karena terbatasnya lahan tempat pembuangan sampah. Masalah sampah yang tidak terangkut juga disuarakan oleh warga yang dikunjungi para anggota DPRD Dapil Kota Mataram saat reses. Di Lingkungan Banjar, Kelurahan Dasan Agung Baru, masyarakat mengusulkan perlunya bantuan alat pengelola sampah untuk diolah menjadi pupuk kompos.

Di masjid Darul Fakhur, Lingkungan Dasan Sari, Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Ampenan, warga mengusulkan perlunya motor roda tiga untuk menjadi saran pengangkutan sampah.

Selain sampah, bantuan pengembangan usaha kecil juga berulangkali mencuat dalam daftar usulan dan harapan warga Kota Mataram. Usulan ini antara lain mencuat dari Lingkungan Babakan Sayo. Di daerah ini, terdapat banyak pengusaha roti perorangan yang sangat membutuhkan bantuan peralatan menjalankan usaha dan produksi mereka.

Harapan serupa juga disampaikan masyarakat di Lingkungan Banjar. Dalam reses yang digelar di Ponpes Al-Madaniyah, Jempong, Sekarbela, masyarakat mengusulkan perlunya bantuan untuk kelompok usaha bakulan. Secara umum, usulan bantuan untuk kelompok usaha bakulan ini menghiasi reses yang digelar di berbagai titik lainnya.

Fasilitas berupa ruang terbuka hijau juga tampaknya masuk dalam daftar prioritas usulan dan harapan warga. Warga di sejumlah titik yang didatangi para anggota DPRD NTB Dapil Kota Mataram, mengusulkan agar Pemprov NTB memberikan bantuan pembebasan lahan yang bisa dipakai sebagai ruang terbuka hijau. Usulan semacam ini mencuat dari warga di Majeluk, Dasan Agung Baru, hingga di Ampenan.

Aspirasi menyangkut pentingnya memperbaiki fasilitas kesehatan yang menjadi salah satu aspek penting dalam kehidupan masyarakat perkotaan, mencuat di banyak lokasi reses. Fasilitas di tingkat bawah berupa puskesmas, tampaknya masih membutuhkan sentuhan perbaikan layanan untuk menangani gangguan kesehatan warga Kota Mataram. Beberapa program pemerintah pusat yang bersinggungan dengan kemudahan masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang memadai juga banyak dikeluhkan, baik itu dalam bentuk Jamkesmas maupun Kartu Indonesia Sehat. (aan/*)