Soal Pungli Bantuan Masjid, Kakanwil Kemenag NTB Mengaku Kecolongan

Kakanwil Kemenang NTB, H. Nasruddin (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Pelaku dugaan pungutan liar (Pungli) dana bantuan rehabilitasi masjid pascagempa merembet sampai ke oknum pejabat Kanwil Kemenag NTB. Rangkaian pungutan terstruktur mulai pegawai tingkat bawah sampai pejabat eselon III.

‘’Saya secara pribadi maupun kedinasan terpukul luar biasa. Saya tidak pernah berhenti mengingatkan dan mengawasi tapi tetap saja kecolongan,’’ ujar Kepala Kanwil Kemenag NTB, H Nasruddin, Jumat, 18 Januari 2019. Dia baru usai menjenguk Kasi Ortala dan Kepegawaian Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag NTB, HS yang turut menjadi tersangka.

HS merupakan Plt Kepala Kemenag Kabupaten Sumbawa Barat langsung dicopot dari jabatannya, meski masih menjabat di jabatan asalnya di Kanwil Kemenag NTB. Penggantinya, H Ali Fikri, mantan Pembimbing Syariah pada Kanwil Kemenag NTB dilantik kemarin.

Nasruddin menjelaskan, HS tidak punya hubungan dan kewenangan dalam hal verifikasi maupun pencairan dana bantuan perbaikan masjid. ‘’Tidak ada kaitan. Ini (dana bantuan) yang punya tugas Bimas Islam jadi di luar tugasnya,’’ jelasnya.

Jabatan HS di Kanwil Kemenag NTB, kata dia, merupakan salah satu jabatan yang strategis. Sebab menentukan kebijakan personalia dan penempatan pegawai Kemenag di NTB.

‘’Jadi kita tunggu hasil proses hukumnya. Kalau sudah ada hukuman tetap kalau memang dipecat, ya dipecat. Karena sebenarnya hitungannya beliau mau pensiun tahun ini,’’ jelasnya.

Polres Mataram menetapkan tiga tersangka dugaan pungutan dana bantuan rehabilitasi masjid tahun 2018. Mereka antara lain, Kasi Ortala dan Kepegawaian Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag NTB, HS, Kasubbag TU Kemenag Lobar, MI dan Staf KUA Gunungsari, BA.

Tiga tersangka itu diduga berkomplot memungut dana sejenis fee antara 10 sampai 20 persen untuk setiap masjid yang memperoleh bantuan rekonstruksi pascabencana gempa. Total barang bukti uang tunai diduga hasil pungutan mencapai Rp95 juta dari pungutan 13 masjid yang tersebar di Gunungsari, Lingsar, dan Batulayar, Lombok Barat.

Kanwil Kemenag NTB menggelontorkan dana perbaikan masjid terdampak gempa sebanyak Rp6 miliar untuk 58 masjid di tujuh kabupaten/kota di NTB. (why)