Soal Nasib Pelamar CPNS Terpapar Covid-19, NTB Tunggu Petunjuk Panselnas

Ilustrasi seleksi CPNS. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB masih menunggu petunjuk teknis dari Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) terkait dengan pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS 2019. Terutama terkait dengan nasib pelamar yang dinyatakan reaktif dan terpapar Covid-19, apakah diperkenankan ikut SKB atau tidak.

‘’Itu belum ada pembahasan. Saya sudah minta bantuan ke Kanreg BKN Denpasar, supaya kita  difasilitasi. Kita lakukan pertemuan. Terkait dengan peserta yang reaktif, positif Corona, mungkin ada ketentuan lebih lanjut,’’ ujar Kepala BKD NTB, Drs. Muhammad Nasir yang dikonfirmasi Suara NTB, Rabu, 22 Juli 2020.

Iklan

Nasir mengatakan, NTB meminta diadakan pertemuan dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk mendapatkan penjelasan secara teknis mengenai pelaksanaan SKB CPNS 2019 di tengah pandemi Covid-19. ‘’Kita menunggu petunjuk teknis dari Panselnas. Belum ada petunjuk secara detailnya. Kita mempersiapkan hal-hal yang bersifat umum saja dulu,’’ katanya.

Menurutnya, perlu ada petunjuk teknis dari Panselnas berkaitan dengan pelamar atau peserta SKB yang berasal dari luar daerah. Apakah perlu menunjukkan hasil rapid test atau swab ketika nanti SKB dilaksanakan. Karena banyak juga para peserta SKB CPNS di NTB yang berasal dari luar daerah.

‘’Banyak juga peserta dari luar daerah. Bahkan peserta CPNS Kementerian juga banyak di sini. Namun dalam surat yang kemarin, pelaksanaan SKB harus mengikuti protokol kesehatan. Berarti (peserta dari luar daerah) harus menunjukkan hasil rapid test,’’ katanya.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PANRB) telah memastikan pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS 2019 dilaksanakan September – Oktober mendatang. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) menyebutkan, jumlah pelamar yang berhak ikut SKB di NTB sebanyak 6.765 orang.

Dengan rincian, Lombok Tengah, jumlah pelamar yang ikut SKB sebanyak 1.145 orang dan Lotim sebanyak 1.192 orang. Untuk Pemprov NTB, jumlah pelamar yang ikut SKB sebanyak 942 orang. Kemudian Kota Mataram 619 orang, Sumbawa 613 orang. Selanjutnya, Dompu 498 orang, Lombok Utara 479 orang,  Bima 438 orang, Lombok Barat 407 orang dan Kota Bima 183 orang.

Jumlah pelamar yang ikut Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) se – NTB, beberapa waktu lalu sebanyak 73.067 orang. Namun peserta yang tidak hadir sebanyak 4.535 orang. Dari seluruh peserta SKD yang hadir, sebanyak 24.165 orang yang memenuhi passing grade. Sedangkan 48.880 orang tidak memenuhi passing grade.

Meskipun ada 24.165 pelamar yang memenuhi passing grade. Namun tidak semuanya bisa ikut SKB. Karena setiap formasi hanya diambil tiga besar. Sehingga peserta atau pelamar CPNS 2019 di NTB yang akan ikut SKB, September – Oktober mendatang sebanyak 6.765 orang.

Dalam rekrutmen CPNS 2019, Pemda di NTB mendapatkan 3.204 formasi dari Kemen PANRB. Dengan rincian, Pemprov NTB 414 formasi, Kota Mataram 275 formasi, Lombok Barat 205 formasi, Loteng 479 formasi, Lotim 482 formasi. Selanjutnya, Lombok Utara 237 formasi, Sumbawa Barat 105 formasi, Sumbawa 342 formasi, Dompu 249 formasi, Bima 241 formasi dan Kota Bima 175 formasi.

Sesuai surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) tertanggal 16 Juli 2020 yang ditujukan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) di Pusat dan Daerah serta Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengenai rencana pelaksanaan SKB Seleksi CPNS Formasi Tahun 2019.Dalam surat bernomor B:611/M.SM.01.00/2020 tersebut, pemerintah melalui Kemen PANRB akan melakukan langkah-langkah antisipasi untuk pelaksanaan SKB. (nas)