Soal Lahan Tuntas, Alternatif Jembatan Tampes Ditargetkan Selesai Tiga Pekan

Rangka jembatan Bailey yang akan dipasang sebagai altertatif jembatan Tampes yang putus.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) IX Mataram memastikan pembangunan jembatan alternative Tampes, Kecamatan Kayangan Lombok Utara akan selesai sekitar tiga pekan ke depan. BPJN membangun jembatan Baikey atau jembatan rangka baja ringan berkualitas tinggi.

Yang mudah dipindah-pindah (movable) dan sangat strategis dalam menunjang pembangunan di pelosok daerah yang sulit dijangkau. Dan juga sangat cepat pemasangannya untuk membantu daerah-daerah rawan bencana alam.

Iklan

Struktur jembatan yang bersifat temporary dan portable inilah yang menjadikan jembatan Bailey sangat dibutuhkan di daerah-daerah yang sulit dijangkau dan memerlukan penanganan yang cepat dan terukur.
“Pembangunan jembatan Bailey ini seyogyanya sudah selesai dilaksanakan, bila saja tidak ada persoalan lahan yang menjadi hambatan pembangunannya,” kata PPK 1.2 Satker PJN Wikayah I NTB, Deny Purwa Indarsa, ST, didampingi Humas BPJN IX Mataram, H. Anton Soekamto. BPJN IX mataram menyiapkan alternative jembatan bailey setelah putusnya jembatan penghubung jalan nasional dua perbatasan, Dusun Tampes dan Dusun Lembah Sari di Desa Selengen Lombok Utara.

Seperti diketahui, hujan deras yang terjadi mengakibatnya derasnya air dan memutus jembatan Tampes awal Januari lalu. BPJN IX Mataram kemudian memperbaiki jembatan darurat di posisi yang sama untuk melanjutkan kelancaran arus. Namun tak berselang lama, minggu ketiga Februari 2020, jembatan darurat yang dibangun ini kembali putus. Sebabnya sama, derasnya terjangan air.
“Dari pada membangun jembatan darurat lagi di posisi yang sama, khawatir akan putus lagi. Lebih baik bangun jembatan bailey dititik lain menyesuaikan dengan kondisi aliran sungai,” jelas Deny, Senin sore, 24 Februari 2020.

Untuk pembangunan jembatan Bailey ini, sempat terjadi penolakan pada lahan yang akan digunakan. Berdasarkan koordinasi dilakukan oleh Kepala Dinas PUPR NTB dengan Pemda Kabupaten Lombok Utara dan masyarakat di lokasi rencana pembangunan jembatan bailey. Persoalan lahan ini clear karena dipastikan lahan yang digunakan adalah milik pemerintah.
“Begitu putus lagi jembatan alternatifnya, koordinasi langsung dengan pemerintah daerah. Langsung bangun jembatan Bailey. Dengan kondisi curah hujan saat ini, estimasinya tiga minggu selesai. Dan sudah tiga hari dikerjakan,” jelas Deny

Dengan demikian, BPJN IX Mataram memastikan, dalam waktu tak lama lagi kelancaran ruas jalan Pemenang – Bayan akan kembali normal. Sehingga mempermudah mobilisasi manusia dan barang dengan dibangunnya jembatan bailey sebagai penghubung jalan negara antara Kabupaten Lombok Utara dengan Kabupaten Lombok Timur ini.(bul)