Soal Kemungkinan Penyebaran PCC di NTB, Ini Penjelasan BBPOM Mataram

Mataram (suarantb.com) – Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM)  Mataram, Ni Gusti Ayu Nengah Suarningsih menyatakan hasil pantauan yang dilakulan belum ada temuan penyebaran tablet Paracetamol Cafein Carisoprodol (PCC) di NTB. Hal tersebut disampaikan saat ditemui Jumat, 22 September 2017.

Suarningsih menjelaskan dari beberapa operasi dan penindakan yang telah dilakukan BBPOM, pada bulan Juli 2017 dan September hanya didapat temuan berupa peredaran tramadol secara ilegal.

Iklan

“Juli dilakukan penindakan termasuk di Mataram, tapi tidak ditemukan PCC, hanya tramadol. September juga dilakukan operasi di NTB tidak ditemukan PCC, hanya tramadol lagi,” ujarnya.

Mengenai PPC sendiri, Suarningsih menjelaskan berdasarkan siaran pers yang dikeluarkan oleh BPOM RI, adalah produk ilegal dalam bentuk tablet, yang tidak pernah terdaftar di BPOM sebagai obat. Sehingga, PCC tidak diperbolehkan dikonsumsi oleh siapapun.

Dari hasil uji laboratorium diketahui pula ada dua jenis PCC dari kandungannya. Yaitu PCC yang memiliki kandungan paracetamol, carisoprodol dan cafein dan PCC jenis kedua, yang mengandung paracetamol, carisoprodol, cafein dan tramadol.

“Kalau carisoprodol, tidak boleh beredar lagi sejak 2013. Semua obat yang mengandung carisoprodol, sudah tidak boleh beredar lagi. Memang ada sebelumnya produk-produk yang mengandung carisoprodol yang mengurangi nyeri,” katanya.

Ditegaskannya lagi, PCC bukan obat, melainkan bentuknya mirip obat dan memiliki kandungan seperti obat. “Jadi PCC ini memang niatnya untuk penyalahgunaan, bukan obat yang terus disalahgunakan, ndak. Beda dengan tramadol, masih ada yang ditujukan untuk kesehatan,” imbuhnya.

Untuk mencegah peredaran PCC di NTB, BBPOM Mataram melalukan pengawasan secara rutin di sarana distribusi obat dan pelayanan kesehatan. Termasuk pula mengawasi peredaran yang dilakukan secara  ilegal. (ros)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional