Soal GTI, Gubernur Tak Ingin Gegabah

Zulkieflimansyah (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB mengambil sikap hati-hati soal nasib kerja sama dengan PT. Gili Trawangan Indah (GTI). Sikap kehati-hatian tersebut untuk mengantisipasi munculnya gugatan atas keputusan yang diambil di kemudian hari.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Si mengatakan, Tim Terpadu yang telah dibentuk meminta waktu selama sehari lagi, sebelum memberikan rekomendasi. Pada Rabu, 12 Februari 2020, tim terpadu sudah menggelar rapat yang dihadiri gubernur, wakil gubernur, Sekda dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) termasuk Bupati KLU, Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH.

Iklan

‘’Semalam mereka minta waktu sehari lagi untuk berjumpa, bukan hanya dari mereka (tim terpadu). Tetapi juga masyarakat dan asosiasi. Sehingga lengkap yang didengar. Nanti dari Polda, kemudian dari Kejaksaan berkumpul (lagi). Kemudian kami mengambil keputusan,” kata gubernur dikonfirmasi di Mataram, Kamis, 13 Februari 2020.

Tim terpadu yang dibentuk gubernur terdiri dari berbagai unsur. Antara lain, OPD terkait Pemprov NTB seperti Bakesbangpoldagri, BPKAD, Kejati NTB, Polda NTB, Korem 162/WB dan lainnya. Gubernur mengatakan, dalam rapat pada Rabu malam, masih mendengarkan pandangan dari Kepolisian dan Kejaksaan. Masukan dari masyarakat dan asosiasi yang masih belum didapatkan.

Sehingga tim terpadu meminta waktu untuk mendengarkan masukan atau pandangan dari masyarakat, tokoh masyarakat dan asosiasi. Pada lahan Hak Guna Usaha (HGU) yang diberikan ke PT. GTI, saat ini sudah diduduki oleh masyarakat. ‘’Tentu fair juga kalau kita ingin mendengar dari masyarakat dan tokoh yang ada di masyarakat,’’ kata gubernur.  (nas)