Soal Dugaan Pangan Berformalin, Pemkot Mataram Koordinasi dengan BBPOM

Mataram (suarantb.com) – Pemkot Mataram melalui Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (PKP) Kota Mataram akan berkoordinasi dengan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram menyusul adanya temuan ikan dan daging ayam diduga mengandung formalin di Pasar Kebon Roek. Hal ini disampaikan Kepala Dinas PKP Kota Mataram, Ir. H. Mutawalli kepada suarantb.com, Kamis (7/7/2016).

Mutawalli mengakui pihaknya belum mendapat laporan terkait temuan tersebut. Pasalnya saat ini semua pegawai sedang libur Lebaran. “Maaf belum dapat info. Masih Lebaran di kampung (Lombok Timur),” ujarnya.

Iklan

Namun ia berjanji setelah masuk kerja nanti akan menelusuri masalah ini. Di samping ia juga berencana untuk menurunkan tim ke Pasar Kebon Roek. “Insya Allah (akan turunkan tim). Mungkin kita juga koordinasi dengan Balai POM,” tambahnya.

Sebelumnya petugas Pasar Kebon Roek Baiq Eva Apriyanti menyampaikan ada dua jenis ikan ditemukan berformalin setelah dilakukan pengujian yaitu tongkol dan kembung. Ikan yang diduga berformalin ini adalah ikan segar.

Diduga ikan segar ini diawetkan sendiri oleh para pedagang dengan menggunakan formalin. Karena menurutnya setelah ikan diambil dari nelayan, para pedagang tidak bisa membiarkannya lama karena keesokan hari harus dijual ke pasar.  Uji formalin ini dilakukan dengan mengambil sampel ikan dari setiap pedagang. Sampel ini kemudian diuji di Kantor Pasar Kebon Roek.

Untuk membedakan ikan yang berformalin dan tidak, Eva menerangkan dapat dilihat dari darah dan organ hati. Jika darah maupun organ hati ikan merah kehitaman, tandanya ikan masih segar alami tanpa pengawet. “Kalau merah kecokelatan itu positif (mengandung formalin),” ujarnya. (ynt)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional