Soal Banjir, TGB Sentil Bupati dan Walikota Bima

Mataram (suarantb.com) – Pembangunan yang berpedoman pada tata ruang, inilah fokus Gubernur NTB, Dr TGH M Zainul Majdi dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) NTB 2018. Namun, banjir yang acap kali terjadi di Bima sepertinya masih menjadi masalah yang bertentangan dengan keinginan TGB tersebut.

Hingga pada kesempatan Musrenbang di Mataram kemarin, Kamis, 6 April 2017, TGB memberikan sedikit sentilan untuk Bupati dan Wakil Walikota Bima yang turut hadir. “Ibu Bupati Bima hadir di sini, Bapak Wakil Walikota Bima juga hadir. Ini tidak bisa ditampik, bahwa deforestasi yang terjadi sekian tahun di daerah hulu di Bima itu berkontribusi pada banjir dahsyat yang terjadi di Kabupaten dan Kota Bima,” ujarnya.

Iklan

Menurut TGB, hendaknya pemerintah kabupaten/kota bisa mencegah musibah banjir terjadi di Bima. Agar musibah serupa tidak terus terjadi kembali, jika Bima diguyur hujan lebat. “Cukuplah satu, dua musibah itu menjadi pelajaran bagi kita. Jangan kita terus-terusan minta pelajaran, nanti habis duluan kita. Sekali dua kali cukuplah, setelah itu kita tata diri, kita perbaiki,  kita koreksi dan introspeksi,” tandasnya.

Di tahun 2018 penghujung tahun pemimpinannya di NTB, TGB memang menghendaki pembangunan yang berpedoman pada tata ruang. Ia menyebut itu sebagai kaidah umum, jika pembangunan di NTB dikehendaki membawa keselamatan dalam waktu lama.

“Tidak hanya terbangun saat ini tapi merusak di masa mendatang, tidak hanya termanfaatkan saat ini, tapi menurunkan kualitas lingkungan di masa mendatang. Ini yang kita jaga betul,” katanya. (ros)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here