SMPN 6 Mataram Tanamkan Nilai Karakter Lewat Sekolah Mengaji

Suasana kegiatan Sekolah Mengaji di SMPN 6 Mataram. Kegiatan itu sebagai pembiasaan yang diterapkan pihak sekolah dalam proses pembentukan karakter.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – SMPN 6 Mataram melaksanakan kegiatan Sekolah Mengaji sebelum pembelajaran tatap muka terbatas dimulai. Kegiatan itu sebagai pembiasaan yang diterapkan pihak sekolah dalam proses pembentukan karakter.

Kepala SMPN 6 Mataram, H. Azizudin pada Sabtu, 11 September 2021 mengatakan, kegiatan sekolah mengaji dilaksanakan untuk membiasakan siswa dengan sifat-sifat baik dan terpuji, sehingga aktivitas yang dilakukan oleh siswa terekam secara positif. Kegiatan sekolah mengaji bagi siswa beragama Islam dilaksanakan di halaman sekolah, sementara bagi siswa beragama lain kegiatan pembiasaan tersebut dilakukan di ruang kelasdengan langsung dibimbing guru agama masing-masing.

Iklan

“Pembiasaan tersebut dilaksanakan setiap 15-30 menit sebelum jam pelajaran dimulai atau sebelum masuk kelas masing-masig sudah berjalan dengan baik dengan bimbingan guru agama masing-masing. Dilaksanakan setiap hari sejak pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas dimulai,” jelas Azizudin.

Kegiatan sekolah mengaji itu juga menjadi ajang membiasakan siswa menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19, yaitu memakai masker, cuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, menghindari kerumuman, mengurangi mobilitas, dan ditambang dengan doa.

“Jadi nilai-nilai karakter penting diwujudkan dalam penerapan program pembiasaan. Nilai-nilai inilah sebagai output (luaran) dari segala pelaksanaan pembelajaran dan budaya sekolah,” jelas Azizudin.

Selain itu, selama pembelajaran tatap muka terbatas, SMPN 6 Mataram menekan kerumuman siswa di depan sekolah terutama saat jam pulang sekolah saat pembelajaran tatap muka terbatas. Salah satu cara yang dilakukan dengan melarang siswa keluar sekolah sebelum dijemput orang tua. “Karena itu orang antar jemput tepat waktu untuk menghindari kerumunan. Tetap mematuhi protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah,” ujarnya.

Azizudin juga mejelaskan, saat kedatangan siswa, petugas di sekolah mengecek masker dan cek suhu tubuh siswa, meminta siswa cuci tangan pakai sabun, serta mengarahkan siswa menjaga jarak. Pihaknya sudah mempersiapkan protokol kesehatan yang ketat, mulai dari disinfektan, termogun, tempat cuci tangan, dan pengaturan jarak tempat duduk siswa yang jaraknya 1,5 meter. “Kita berdoa semoga pandemi ini segera berakhir,” harapnya. (ron)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional