SMPN 6 Mataram Siapkan Inovasi Pembelajaran Daring

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, H. Lalu Fatwir Uzali (berdiri)didampingi Kepala SMPN 6 Mataram, H. Azizudin (paling kanan) saat membuka kegiatan worskshop inovasi pembelajaran daring. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – SMPN 6 Mataram menyiapkan pembelajaran daring yang berkualitas melalui worskshop inovasi pembelajaran daring. Kegiatan itu dilaksanakan selama tiga hari pada 26, 28, dan 30 Agustus 2021.

Kepala SMPN 6 Mataram, H. Azizudin, S.Pd., M.Pd., M.E., mengatakan, workshop ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan para pendidik khusunya di SMP Negeri 6 Mataram. Terutama dalam memahami  fitur-fitur dalam google form untuk kegiatan evaluasi dengan tingkat validitas yang baik. Juga utnuk mempersiapkan pembelajaran jarak jauh dengan aplikasi google meet. Selain itu, dalam menggunakan aplikasi Ybook untuk mendukung proses kegiatan belajar yang inovatif dan menarik. “Serta mempersiapkan Educational Game untuk mendukung kegiatan pembelajaran yang efektif,” ujarnya.

Iklan

Kegiatan pelatihan diikuti semua guru-guru mata pelajaran dari sepuluh mata pelajaran; yaitu Pendidikan Agama, PKn, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, IPA, IPS, Seni Budaya, PJOK, dan Prakarya, serta guru BK (Bimbingan Konseling).

Aziz menekankan, sebagai tindak lanjut dari workshop atau pelatihan ini, diharapkan semua pendidik khususnya dalam satuan pendidikan SMPN 6 Mataram dapat melakukan inovasi pembelajaran daring. Workshop ini dibuka oleh Kepala Dinas  Pendidikan Kota Mataram, Drs. H. Lalu Fatwir Uzali, M.Pd.

Narasumber pada kegiatan ini adalah para praktisi yang memiliki kompetensi dan pengalaman memadai dalam bidangnya yang melibatkan Pengawas Pendidikan Dinas Pendidikan Kota Mataram, Staf Penerbit PT Yudistira Mataram, dan guru-guru mata pelajaran yang telah mendapat pelatihan sebelumnya.

Azizudin menjelaskan, tahun ini merupakan tahun kedua bagi dunia pendidikan Indonesia menghadapi gelombang pandemi Covid-19. Jika pada awal pandemi pemerintah terus berupaya menyusun kegiatan pembelajaran jarak jauh agar dapat berjalan maksimal dengan perbaikan infrastruktur dan bantuan kuota bagi pendidik dan peserta didik, maka di pertengahantahun pemerintah banyak membuka kesempatan pengembangan diri bagi pendidik untuk pengelolaan kelas daring yang lebih baik.

Hal ini megingat bahwa hampir sebagian besar pendidik di indonesia hanya di persiapkan untuk mengelola pembelajaran secara klasikal dan tidak disiapkan untuk melaksanakan pembelajaran secara  daring. “Pandemi yang berkepanjangan akhirnya memaksa para pendidik untuk melakukan pengembangan diri berkaitan untuk pengelolaan kelas daring yang lebih baik . Tidak cukup dengan mengandalkan aplikasi WhatsApp yang dominan digunakan di tiga bulan pertama awal pemberlakuan kebijakan belajar dari rumah,” ujar Azizudin. (ron)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional