SMPN 6 Mataram Pastikan Kesiapan Sekolah dalam ANBK

Suasana gladi bersih ANBK di SMPN 6 Mataram, Kamis, 16 September 2021. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – SMPN 6 Mataram memastikan kesiapan sekolah dalam pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Salah satunya melalui keikutsertaan di gladi bersih ANBK pada Kamis, 16 September 2021.

Kepala SMPN 6 Mataram, H. Azizudin pada Kamis, 16 September 2021 menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan perangkat yang telah sesuai dengan standar pelaksanaan ANBK. Oleh karena itu, SMPN 6 Mataram dikategorikan sebagai sekolah dengan status penyelenggara mandiri, atau mampu melaksanakan ANBK di sekolah dengan perangkat komputer yang dimiliki tanpa menumpang ke sekolah lain.

Iklan

Pihaknya juga mengikuti gladi bersih ANBK pada Kamis, 16 September 2021 setelah sebelumnya mengikuti simulasi ANBK. Tujuan dari gladi bersih ANBK untuk memastikan seluruh kesiapan sekolah, baik tempat, alat komputer, jaringan internet, kesiapan siswa, dan yang utama adalah penerapan protokol kesehatan saat ANBK yang akan dilakukan oleh siswa.

“Semua persyaratan telah dilengkapi, pengecekan alat telah dilakukan oleh proktor, teknisi dan penanggung jawab pelaksanaan ANBK 2021 ini,” ujar Azizudin.

Oleh karena itu, sebagai tugas dan tanggung jawab pelaksanaan ANBK di tingkat sekolah, pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada guru, siswa, dan orang tua atau wali siswa, serta masyarakat tentang kebijakan dan teknis pelaksanaan ANBK.

“Mengingat AN akan dilaksanakan berbasis komputer, maka sebagai langkah persiapan pelaksanaan ANBK perlu dilakukan oleh sekolah yaitu simulasi dan gladi bersih ANBK 2021,” ujarnya.

Pihaknya telah mengikuti simulasi ANBK sebelumnya. Azizudin menjelaskan, simulasi ANBK semacam metode pelatihan bagi peserta didik dan sekolah penyelenggara ANBK 2021 dengan tujuan untuk mempetkenalkan bentuk soal ANBK, yang di antaranya berupa soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, survei lingkungan belajar.

“Di samping itu simulasi bertujuan untuk memperkenalkan siswa cara menggunakan perangkat komputer agar saat pelaksanaanya siswa dapat melaksanakan dengan lancar dan sukses,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, AN adalah evaluasi yang dilakukan oleh pemerintah untuk pemetaan mutu sistem pendidikan pada tingkat satuan penddikan dan menengah dengan menggunakan instrumen kompetensi minimum, suvei karakter, dan survei lingkungan belajar. Untuk peserta didik SMP akan dilaksanakan pada tanggal 4-7 Oktober 2021. Jenjang SMP akan diikuti siswa kelas VIII dengan maksimal 45 orang siswa dan lima orang cadangan.

Selain peserta didik sebagai peserta AN, kepala sekolah dan seluruh pendidik juga terlibat. Siswa yagn terpilih sebagai sampel pada satuan pendidikan yang terdadtar dalam Dapodik atau EMIS yang memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) valid.

“Hasil ANBK ini tidak memiliki konsekuensi terhadap siswa yang menjadi peserta. Hasil ANBK hanya akan menampilkan skor pada tingkat sekolah, bukan skor individu siswa,” pungkas Azizudin. (ron)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional