SMPN 6 Mataram Gali Bakat Minat Siswa Lewat Pemeriksaan Psikologi

Kepala SMPN 6 Mataram, H. Azizudin (paling kanan) bersama tim dari RSJ Mutiara Sukma saat Sosialisasi Pelayanan Pemeriksaan Psikologi di Sekolah, pada Jumat, 8 Oktober 2021. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) –  SMPN 6 Mataram bekerja sama dengan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mutiara Sukma NTB terkait Sosialisasi Pelayanan Pemeriksaan Psikologi di Sekolah, pada Jumat, 8 Oktober 2021. Kegiatan yang dilaksanakan di SMPN 6 Mataram itu diikuti oleh 50 siswa. Pihak sekolah mengharapkan melalui kegiatan ini bisa menggali bakat dan minat siswa.

Kepala SMPN 6 Mataram, H. Azizudin mengatakan, pelaksanaan tes psikologi dilakukan sesuai kesepakatan dengan pihak sekolah. Tempat pelaksanaan tes psikologi di SMPN 6 Mataram pada Jumat, 8 Oktober 2021. Pihaknya mengharapkan dengan adanya layanan pemeriksaan psikologi ini, pihaknya dapat mengetahui kondisi psikologis siswa. “Seperti intelegensi, bakat minat dan kepribadian siswa untuk keperluan penjurusan atau dapat menggali permasalahan yang dihadapi siswa,” ujarnya, Selasa, 12 Oktober 2021.

Iklan

Ia menjelaskan kegiatan ini untuk membuat diagnosis psikologis, misalnya untuk tujuan pengembangan prestasi belajar siswa di sekolah dan tujuan penelusuran minat dan bakat. Serta mendiagnosis kecenderungan bawaan dan kepribadian individu siswa yang bersangkutan, dan lainnya. “Dilakukan tes psikologi untuk pengukuran fungsi mental yaitu tes pencapaian dan kecerdasan,” jelas Azizudin.

Narasumber dari tim psikolog RSJ Mutiara Sukma, Nalurita Palupi, S.Psi., M.Psi., menyampaikan materi tentang Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2021, Promosi Kesehatan Jiwa dan Pencegahan Bunuh Diri. Ia menyampaikan, sejak 10 Oktober 1992, World Federation For Mental Health (WFHM) memperingati hari tersebut sebagai Hari Kesehatan Jiwa Sedunia.

“Peringatan ini dijadikan momentum bagi pemerintah, organisasi, dan beberapa individu untuk mengatur program perawatan kesehatan mental sebagai bentuk kepeduliannya terhadap kesehatan mental,” ujarnya.

Nalurita mengingatkan, banyak yang bisa dilakukan untuk tetap menjaga kesehatan mental. “Bila kamu merasa mungkin mengalami depresi, bicarakan dengan orang yang kamu percayai atau cari bantuan profesional,” ujarnya.

Sementara itu, jika ada seseorang yang dikenal mungkin mempertimbangkan bunuh diri, seseorang itu harus diajak bicara. “Dengarkan dengan pikiran terbuka dan tawarkan bantuan,” ujarnya. (ron)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional