SMPN 19 Mataram Evaluasi Pembelajaran Daring

Suasana pembelajaran secara daring di SMPN 19 Mataram melalui aplikasi zoom meeting. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – SMPN 19 Mataram terus mengevaluasi pembelajaran secara daring yang diterapkan secara penuh selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di Kota Mataram. Evaluasi tersebut dilakukan untuk mengetahui siswa yang kesulitan mengikuti pembelajaran secara daring.

Kepala SMPN 19 Mataram, Hj. Aminah pada Jumat, 23 Juli 2021 menyampaikan, pihaknya akan melakukan evaluasi pada Sabtu, 24 Juli 2021 terkait pembelajaran daring. Pihaknya mengombinasikan berbagai aplikasi untuk pembelajaran daring, salah satunya menggunakan aplikasi zoom meeting. “Kami akan evaluasi sekiranya ada siswa yang tidak dapat mengikuti zoom, kami akan berikan materi lewat WhatsApp dan luring,” ujarnya.

Iklan

Ia mengungkapkan, kendala utama dalam pembelajaran daring yaitu ketersediaan kuota internet dari siswa berdasarkan laporan dari para guru. Dengan adanya kendala itu, siswa yang bisa mengikuti pembelajaran melalui zoom dan WhatsApp biasanya berasal dari siswa yang cukup mampu secara ekonomi. “Siswa yang kurang mampu itu yang kita layani dengan luring datang lansung ke sekolah,  lima atau tujuh orang per hari,” ujarnya.

Di samping itu, pihaknya juga membagikan modul untuk persiapan belajar secara daring pada Kamis, 22 Juli 2021 dan Jumat, 23 Juli 2021. Menurutnya, untuk  menghadapi situasi dan kondisi saat ini dan pihaknya akan melakukaN rapat untuk persiapan terbaru. “Alhamdulillah semua guru sudah dibagikan laptop bagi yang tidak memiliki untuk menghadapi  daring dan luring,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Drs. H. Lalu Fatwir Uzali pada Rabu, 21 Juli 2021 menyampaikan, guru-guru diharapkan bisa berkomitmen tinggi untuk melaksanakan pembelajaran daring, terutama karena guru tidak bisa datang ke tempat tinggal siswa dengan PPKM mikro yang begitu ketat saat ini.

Sehubungan dengan kasus Covid-19 yang meningkat dan masuknya Kota Mataram ke dalam zona merah penyebaran Covid-19, maka pihaknya di Dinas Pendidikan menetapkan pembelajaran tatap muka belum bisa dilakukan. (ron)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional