SMP di Mataram Gotong Royong Siapkan PTM Terbatas

Para guru SMPN 14 Mataram bergotong royong membersihkan sekolah untuk mempersiapkan PTM terbatas. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – SMP di Kota Mataram mulai bergotong royong untuk mempersiapkan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang direncanakan mulai digelar Senin, 16 Agustus 2021. Sekolah kembali mempersiapkan protokol kesehatan dan menjaga kebersihan sekolah, karena sejak awal tahun ajaran 2021/2022 pembelajaran hanya dilaksanakan secara daring dampak dari penerapan PPKM level 4 di Mataram.

Kepala SMPN 14 Mataram, Chamim Tohari menyampaikan, pihaknya menggerakkan warga sekolah untuk gotong royong membersihkan lingkungan untuk menyiapkan kondisi sekolah agar bersih dan steril. Pihaknya juga mengeluarkan edaran untuk guru dan orang tua tentang diperbolehkannya PTM terbatas di Kota Mataram.

Iklan

“Pemenuhan standar protokol kesehatan di sekolah dikontrol dan mengingatkan kembali orang tua untuk membekali putra dan putrinya dengan perlengkapan protokol kesehatan sejak dari rumah dengan ketat dan disiplin. Hal ini sebagai ikhtiar mencegah Covid-19 dan bersekolah dengan rasa aman,” jelasnya.

Sementara untuk urusan kurikulum, pihaknya menyiapkan jadwal pembelajaran luring dan daring. Karena pembelajaran tatap muka masih terbatas, sehingga perlu dikombinasikan dengan daring.

Dihubungi terpisah, Kepala SMPN 13 Mataram, H. Ahmad Saehu menyampaikan, para guru bergotong royong mempersiapkan ruang kelas dan melengkapi sarana dan prasarana pendukung protokol kesehatan. Ia juga berkoordinasi dengan urusan kurikulum dan para guru terkait jadwal PTM terbatas.

“Kami juga segera menginfokan kepada semua siswa dan wali murid lewat grup WA dan masing-masing walikelas dan guru BK. Jadwal paling lambat hari Sabtu. Pelaksanaan tidak jauh berbeda seperti beberapa waktu yang lalu ketika PTM diberlakukan. Pelaksanaan mengacu pada arahan dan ketentuan yang ditetapkan,” ujarnya.

Nantinya kelas akan dibagi menjadi dua dengan protokol kesehatan tetap diutamakan. Saehu juga menyebutkan, penjemputan siswa akan diatur lokasinya. Pihaknya juga akan mengaktifkan panitia yang untuk mengawal penerapan protokol kesehatan.

“Siswa atau guru yang sakit dizinkan untuk tidak masuk. Guru yang sakit segera berkoordinasi dengan urusan kurikulum untuk mengirim tugas, dan sekolah sudah menyiapkan guru piket sebagai pengganti. Siswa yang tidak diizinkan masuk oleh orang tuanya tetap diberikan pembelajaran daring agar tidak merugikan siswa,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram melalui surat edaran nomor 423.5 / 0369 /Disdik.C1/VIII/2021 menyebutkan, pembelajaran tatap muka akan dimulai pada Senin, 16 Agustus 2021, dan akan dievaluasi lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan. Kegiatan pembelajaran tatap muka secara terbatas dan terkontrol di satuan pendidikan dapat dilaksanakan dengan pengaturan untuk SD/SMP reguler jumlah peserta didik yang dapat dihadirkan di sekolah maksimal 50% dari kapasitas ruang kelas.

Sementara untuk satuan pendidikan jenjang paud, jumlah peserta didik yang dapat dihadirkan di sekolah maksimal 33% dari kapasitas ruang kelas dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal lima peserta didik per kelas.

“Jadwal dan durasi waktu pembelajaran ditentukan oleh satuan pendidikan masing-masing. Jika ada warga satuan pendidikan yang sakit atau daya tahan tubuh lemah atau menurun atau dengan alasan dan pertimbangan tertentu dari orang tua/wali peserta didik tidak boleh beraktivitas di sekolah disarankan untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dari rumah,” jelas Fatwir. (ron)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional