SMKN 3 Mataram Perkuat Keterampilan Siswa Mengenai Energi Terbarukan

Siswa kompetensi keahlian Teknik Energi Surya Hidro dan Angin (TESHA) SMKN 3 Mataram saat mengikuti pembelajaran berbasis proyek. Melalui pembelajaran berbasis proyek, keterampilan siswa terkait energi terbarukan diperkuat.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – SMKN 3 Mataram memperkuat keterampilan siswa kompetensi keahlian Teknik Energi Surya Hidro dan Angin (TESHA). Salah satunya melalui pembelajaran berbasis proyek atau Project Based Learning.

Kepala SMKN 3 Mataram, Ruju Rahmad, S.Pd., M.T., pada Senin, 22 Februari 2021 mengatakan, salah satu kompetensi keahlian di SMK Negeri 3 Mataram adalah Teknik Energi Surya Hidro dan Angin (TESHA). Pembelajaran kejuruan pada kompetensi keahlian ini salah satunya bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan siswa tentang berbagai sumber energi terbarukan atau renewable energy. Energi terbarukan itu dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pengganti sumber energi listrik.

Iklan

Melalui pembelajaran berbasis proyek dengan memanfaatkan waktu pembelajaran tatap muka terbatas di tengah-tengah Pandemi Covid-19, siswa diajarkan untuk mempraktikkan secara langsung perakitan solar sel untuk menangkap energi matahari, yang selanjutnya diubah menjadi sumber energi listrik.

“Semoga langkah-langkah kecil ini dapat bermanfaat bagi siswa SMK di Nusa Tenggara Barat, dalam rangka transfer teknologi dan informasi guna memperkaya pengetahuan dan keterampilan mereka, sehingga dapat menjadi bekal bagi masa depannya,” ujar Ruju.

Ruju menekankan, penguatan pengetahuan dan keterampilan siswa SMK dalam hal energi terbarukan perlu diprogramkan dan digalakkan secara berkesinambungan. “Insya Allah hal ini akan memperkuat program pemerintah daerah NTB melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam rangka mewujudkan NTB Gemilang,” harapnya.

Sementara itu, terkait pembelajaran, Ruju menyampaikan, untuk kelas XII di SMKN 3 Mataram saat ini sedang mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) di industri, dunia usaha, dan dunia kerja (Iduka). Sementara itu, sesuai surat edaran dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, maka pembelajaran tatap muka bagi kelas X dan XI hanya untuk praktik sesuai kejuruannya. “Dengan jumlah maksimal 12 orang per kelompok praktik, dan pelaksanaannya sesuai protokol pencegahan Covid-19,” kata Ruju sebelumnya.

Ia menyampaikan, per kelompok hanya masuk masuk selama dua hari, dan selanjutnya melaksanakan Belajar dari Rumah (BDR). (ron)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional