SMK Hebat Mart: Jembatan Memasarkan Produk SMK

Kepala Dinas Dikbud NTB, H Aidy Furqan memaparkan tentang SMK Hebat Mart.(Suara NTB/ron)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB terus berinovasi menyelaraskan kompetensi yang dipelajari siswa SMK di sekolah dengan kebutuhan riil di dunia industri dan dunia kerja. Salah satu wujud dari upaya tersebut adalah dengan menjembatani pemasaran produk siswa SMK melalui SMK Hebat Mart dalam rangkaian kegiatan Gelar Budaya NTB Gemilang mulai Senin, 23 November 2020 sampai dengan Sabtu, 28 November 2020 di halaman Kantor Dinas Dikbud NTB.

Kepala Dinas Dikbud NTB, Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd., menjelaskan, pembelajaran siswa SMK diarahkan berbasis proyek dan produk. Dengan strategi pembelajaran tersebut, siswa SMK dinyatakan kompeten apabila dapat menghasilan produk yang siap dipasarkan atau setidaknya proyek mereka menjadi dasar untuk pengembangan lebih lanjut sampai berbentuk produk jadi. Harapannya, mereka dapat berinovasi sesuai dengan kreasi mereka. Misalnya, mereka membuat produk olahan tanaman pangan yang kekinian dan digandrungi anak muda. Di samping produk, juga tidak kalah penting adalah bagaimana cara memasarkannya. Tidak saja model pemasaran konvensional, diperlukan juga pemasaran secara online, salah satunya melalui SMK Hebat Mart ini. “Eranya tidak bisa dihindari,” katanya.

Kepala Dinas Dikbud NTB, H Aidy Furqan memaparkan tentang SMK Hebat Mart.(Suara NTB/ron)

SMK Hebat Mart dibuka secara resmi oleh Asisten III Setda NTB Dr H Lalu Syafi’i, MM pada pembukaan Gelar Budaya NTB Gemilang, Senin, 23 November 2020. Produk-produk olahan pangan dijajakan di SMK Hebat Mart, antara lain roti, telur, minuman instan, jamu instan, abon, kerupuk, sayuran, dan masih banyak lagi.

Aidy menyampaikan, SMK Hebat Mart ingin menonjolkan promosi dan penjualan dari konvensional menuju ke digitalisasi. Di SMK Hebat Mart produk SMK dipajang layaknya di toko modern, lengkap dengan ruangan berpendingin. Meski demikian, layanan pembelian secara online atau dalam jaringan (daring) juga disediakan.

“Pemasaran secara konvensional berjalan, digitalisasi juga jalan. Karena nanti dalam layanan kita di perdagangan, harus menyiapkan siswa masuk ke dunia teknologi atau digital. Hasil olahan pertanian, dengan beragam karyanya sudah siap bersaing,” kata Aidy.

Aidy juga menekankan, pihaknya ingin memperlihatkan hilir dari proses produksi. Nantinya akan terlihat proses dari hulu produksi itu. “Ekspo ini adalah ekspo miniatur cara yang tepat, yang kami lakukan adalah memberi contoh. Di tahun 2021, sekolah pasti akan bergerak untuk menunjukkan keunggulan,” katanya.

Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Dikbud NTB, Drs. H. Muh. Yahya, M.Pd., menjelaskan, SMK Hebat Mart merupakan perpaduan beberapa kompetensi keahlian dari berbagai SMK. “Ini kerja kolektif dari beberapa SMK sesuai bidang keahlian masing-masing,” katanya.

Pengelolaan SMK Hebat Mart bukan sekadar pameran semata. Kerja kolektif itu benar-benar terwujud. Produk yang dijajakan merupakan olahan dari hasil pertanian dari SMK-SMK yang memiliki bidang keahlian yang berkaitan dengan pengolahan hasil pertanian. Layanan pemasaran daring disediakan di SMK Hebat Mart oleh siswa dari kompetensi keahlian bisnis daring dan pemasaran. Begitu juga penghitungan keuntungan dilakukan oleh siswa SMK dari kompetensi keahlian akuntansi. “Ruangan ini kita ciptakan untuk anak kita dari beberapa kompetensi keahlian,” kata Yahya.

Asisten III Setda NTB Dr H Lalu Syafi’i, MM mengapresiasi kehadiran SMK Hebat Mart. Tampilan produk yang dihasilkan dan dipajang di SMK Hebat Mart dianggapnya tidak kalah dengan yang ada di toko modern. Ia juga mendorong SMK menyeriusi produk yang dihasilkan agar bisa dijual secara massal.

“Dari segi tampilan, yang ditampilkan anak-anak tidak kalah dengan yang saya lihat di toko modern. Saya kira waktunya teman-teman kepala SMK untuk mengurus izin, produk yang dihasilkan bagus tapi harus sesuai dengan standar,” katanya. (ron)