SMAN 8 Mataram Kombinasikan Metode Pembelajaran

Suasana pembelajaran tatap muka terbatas di SMAN 8 Mataram, Kamis, 29 April 2021. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – SMAN 8 Mataram mengombinasikan metode pembelajaran bagi siswa kelas X dan XI. Pihak sekolah melaksanakan metode pembelajaran secara tatap muka dan daring.

Kepala SMAN 8 Mataram, Hj. Suprapti pada Kamis, 29 April 2021 mengatakan, pihaknya menyelenggarakan pembelajaran secara tatap muka dan daring. Pembelajaran tatap muka dan daring dilaksanakan masing-masing selama tiga hari. “Belajar tatap muka mulai pukul 08.00 Wita sampai pukul 10.00 Wita,” ujarnya.

Iklan

Selama bulan Ramadhan, kata Suprapti, 15 menit awal pembelajaran tatap muka diisi dengan mengaji. Materi yang diberikan selama pembelajaran tatap muka diisi dengan materi esensi dari setiap mata pelajaran. Selain itu, diisi juga dengan pendidikan karakter, membangun disiplin, dan pelajaran lainnya.

Suprapti juga menyampaikan, pihaknya telah bekerja sama dengan Puskesmas Babakan, Kota Mataram sejak tiga tahun lalu. Kerja sama itu terus diperkuat. Pihaknya memperkekat protokol kesehatan, siswa ketika memasuki sekolah langsung diukur suhu tubuh menggunakan thermogun.  Siswa juga diharuskan menggunakan masker. Bagi siswa yang tidak membawa masker dan jarak rumahnya relatif jauh dari sekolah, ditanggulangi oleh pihak sekolah. Namun bagi siswa yang jarak rumahnya relatif dekat dari sekolah diminta untuk mengambil masker ke rumah.

“Begitu mau masuk kelas wajib cuci tangan, sudah kami sediakan 36 titik bersama sabun cuci tangan, untuk lap tangan kami minta untuk mandiri, bawa tisu atau handuk kecil, supaya anak mandiri,” kata Suprapti.

Sebelumnya, Kepala Dinas Dikbud NTB, Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd., menyampaikan, dengan keluarnya instruksi Mendagri nomor 6 tanggal 19 Maret 2021 serta instruksi Gubernur NTB nomor 108 tanggal 23 maret 2021 yang menegaskan pembelajaran dilakukan dalam bentuk daring dan luring, maka Dikbud telah menyiapkan SOP layanan belajar daring dan luring melalui surat dengan nomor 421/963.UM/Dikbud. Sekolah-sekolah dapat mulai menerapkannya awal April 2021.

Menurutnya, evaluasi pelaksanaan belajar daring maupun belajar tatap muka terbatas dilakukan dua sampai empat minggu sekali. Jika selama pembelajaran tatap muka terdapat warga sekolah terkonfirmasi Covid-19, maka langkah yang harus dilakukan yaitu meniadakan layanan tatap muka atau luring, melaporkan kondisi warga sekolah, mengajukan penanganan warga sekolah yang terindikasi positif Covid-19 kepada Satgas Covid-19 atau pihak kesehatan, melakukan penelurusan riwayat kontak terhadap warga sekolah yang terindikasi kontak erat dengan warga yang terkonfirmasi. “Juga melakukan sterilisasi fasilitas dan lingkungan sekolah secara berkelompok,” ujarnya. (ron)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional